Menunggu reda di malam ibukota

Hujan lebat
terdampar di sebuah tenda biru
Hanya bisa menyaksikan sorotan cahaya baja beroda
Kedinginan mulai menyentuh
Kulit dibalik kain tipis menggigil
Senang dalam hati, sekian lama ibukota tak tersirami
Sedih nampak hati, tak bisa melanjutkan aktifitas malam ini.

Andaikan engkau yg jauh disana menemani tubuh setengah basah
Tentu kehangatan muncul dalam wajah ini
Menghangatkan es yang sedang terasa
Memberikan nuansa beda yang mungkin akan sangat nyata

Air terus turun
Seakan tak mau kalah, ribuan cahaya panjang langit menghujani ibukota
Dibarengi suara alam menggelegar
Mendedangkan nuansa hening ibukota

oh. . . Tuhan, siapa yang ada di seberang sana
menampakkan kemilau ayu wajah
Tak tahu harus bagaimana menyapa
Karena aku tak tahu dia punya nama

hai . . . ! Engkau yang disana.
Kemarilah kesini menuju tenda
Merasakan dinginnya ibukota malam bersama
bersama- sama menunggu reda

Angin mulai memukul raga
Berkecamuk melewati rongga busana
Tak tahu kenapa dingin bertambah
Mungkin air bertemu dengan angin menyerbu bagian kaki bawah.

Andaikan aku bersama dia yang jauh disana!

Mungkin kupakukan mata ini pada simpul sempulnya.
Membalas tiap tanya yang mungkin akan tercipta.
Memberikan sepenuh jiwa & raga, menghangatkan dia yang sama- sama menunggu reda.

Itu jika mungkin!
Amin

633668866488 77733#32
--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com

comment 0 protes:

Post a Comment

Terimakasih atas komentar anda pada BLOG milik aku

====================================================================== ..
 
© NO LIMIT | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger