Renungan malam

Udara sore masih terasa malam ini. Hangat terasa di derma tubuh ini, terasa gerah ingin melepas semua sandang yang menempel di raga dan sukma. Semua ini karenamu, menjadikah watak pikirku menyayangimu, seolah kau menginginkan aku. Aku disini tak punya apa- apa, hanya naluri jiwa untuk bertahan di ibukota. Menerapkan ilmu sebutir telur ayam yang prematur, tanpa dierami hingga ku mampu ada di dunia ini. Emak bapak hanya men do'a memanjatkan hal yang terindah untuk anaknya disini. Tetaplah sehat disana emak. Tetaplah tersenyum disana bapak. Anakmu mencoba
akan memberikan sesuatu yang indah hanya untukmu.

Gelap lampu kamar menjadikan sempurna kesepianku, memberikan ketenangan yang mesra tanpa asmara di jiwa hanya kerinduan kepada sosok yang ada di ujung jawa. Tapi siapa yang kurindu aku sendiri tidak menahu. Yang kurasa hanya ingin memelukmu, membisikkan tiga rangkai kata menu makna. "AKU SAYANG KAMU" . . . Oh . . Indahnya jika itu terjadi, saat ini. Sebelum aku terpulas untuk menyambut esok pagi. . .

Yaa rabb . . . Berikan ilmu dunia dalam tidur malam ini, bangunkan hambamu dalam kesegaran esok pagi, berilah rejeki yang kembali dapat menjadikanju semakin imam kepadamu. Amin amin ya rabbal alamin. . . .


Ditulis di Wahana sunyi di malam hari bekasi,

---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

comment 0 protes:

Post a Comment

Terimakasih atas komentar anda pada BLOG milik aku

====================================================================== ..
 
© NO LIMIT | Design by Blog template in collaboration with Concert Tickets, and Menopause symptoms
Powered by Blogger