Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

13 September 2011

JAMSOSTEK

Program Jaminan Hari Tua



Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi, dan merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya risiko-risiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program tersebut terbatas saat terjadi peristiwa kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia, yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial ini menggunakan mekanisme Asuransi Sosial.


Program Jaminan Hari Tua

Definisi
Program Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Iuran Program Jaminan Hari Tua:
  • Ditanggung Perusahaan = 3,7%
  • Ditanggung Tenaga Kerja = 2%

Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.

Jaminan Hari Tua akan dikembalikan/dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja:
  • Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap
  • Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan
  • Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/POLRI/ABRI
Tata Cara Pengajuan Jaminan
1.      Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 Jamsostek kepada kantor Jamsostek setempat dengan melampirkan:
a.       Kartu peserta Jamsostek (KPJ) asli
b.       Kartu Identitas diri KTP/SIM (fotokopi)
c.       Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
d.       Surat pernyataan belum bekerja di atas materai secukupnya
e.       Kartu Keluarga (KK)
2.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan Surat Keterangan Dokter
3.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan:
a.       Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
b.       Photocopy Paspor
c.       Photocopy VISA
4.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 thn dilampiri:
a.       Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan
b.       Photocopy Kartu keluarga
5.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 thn telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja, dilampiri dengan:
a.       Photocopy surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
b.       Surat pernyataan belum bekerja lagi
c.      Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil/POLRI/ABRI

Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut PT Jamsostek (Persero) melakukan pembayaran JHT

11 April 2011

Senjata Proganda Tersukses Soviet

HARIAN SEPUTAR INDONESIA
Tuesday, 12 April 2011
Pagi, 12 April 1961, itu menjadi hari bersejarah dalam kehidupan Yuri Gagarin. Pada usianya yang masih sangat muda, 27 tahun, dia telah dipercaya pergi ke antariksa untuk pertama kali dalam sejarah manusia dengan teknologi canggih.

Tepat pukul 09.07 waktu setempat Gagarin berteriak, ”Poyekhali (ayo berangkat)!” Dia lantas meluncur ke angkasa dari tempat peluncuran pesawat antariksa di Kazakhstan. Hanya mengonsumsi makanan melalui tabung dan dia harus terus terjaga dengan fasilitas radio frekuensi tinggi dan tombol telegraf. ”Aura yang indah,” demikian komentar Gagarin ketika melihat bumi dari balik jendela pesawat antariksanya, ”saya tidak gugup selama penerbangan antariksa.” Misinya hampir mengalami bencana.

Kabel yang terhubung dengan kapsul pesawat antariksa dengan modul pelayanan gagal dipisahkan sebelum Gagarin kembali ke Bumi.Kapsul yang ditumpangi Gagarin menjadi semakin berat dengan modul tambahan ketika memasuki atmosfer Bumi. Temperatur di dalam kapsul pun semakin meningkat. Ketika itu Gagarin sempat kehilangan kesadaran. ”Saya dikelilingi asap dari percikan api dalam arah menuju Bumi,” kata Gagarin seperti dikutip BBC.

Itu pernyataan Gagarin sekitar 10 menit sebelum kabel itu terbakar dan membakar kapsul yang ditumpangi Gagarin. Takdir masih berpihak kepadanya. Gagarin mampu keluar dari kapsulnya dan mengembangkan parasut dan mendarat dengan selamat di Sungai Volga. Setelah terbang ke orbit bumi selama 108 menit dan mendarat di bumi,dia menjadi selebritas dunia. Dari Ratu Inggris hingga Fidel Castro pun memberikan pujian baginya. Namanya menjadi nama jalan di berbagai kota di Soviet.

Gzhatsk, kota yang menjadi tempat tinggalnya ketika masa kecil, diganti namanya menjadi Gagarin. Gagarin pun berkeliling dunia, dari Cekoslowakia, Bulgaria, Finlandia, Inggris,Kuba, Brasil, Kanada, Hongaria, dan India.Dia selalu ramah dan menyenangkan. Senyumnya mampu menjadi magnet bagi siapa pun yang melihatnya.Dia mampu memberikan aura yang berbeda dari kebanyakan tokoh dari negara komunis yang selalu tegas dan tidak ramah. Kisah patriotik Gagarin terjadi 50 tahun yang lalu.

Dia adalah pionir dalam dunia antariksa. Dia menjadi senjata propaganda sangat berpengaruh bagi Uni Soviet ketika itu. Gagarin pun disebut para sejarawan sebagai ”pahlawan” dan ”panglima” yang mampu memenangkan perang ideologis selama Perang Dingin antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS). Kisah Gagarin menjadi cerita wajib di sekolah Soviet dan disejajarkan dengan Lenin.

Pencinta Sastra 

Dunia memandang Gagarin sebagai senjata propaganda Soviet yang sukses, tapi bagi dia dipandang keluarganya sebagai seseorang yang mencintai sastra. Sebagai seorang astronot Gagarin juga dipandang keluarga sebagai orang yang sangat disiplin—baik fisik maupun mental.Dia pun selalu tidur siang selama 40 menit. ”Ayah adalah orang yang selalu ingin tahu dan menarik dalam segalanya,” kata Elena Gagarina, putri sulung Gagarin. Sastra merupakan bagian hidup Gagarin yang tidak dapat dipisahkan.

”Dia mengetahui Puskhin dengan baik, selain itu Tvardovsky dan Ivakovsky–puisi yang berkaitan dengan perang,” kata Gagarina seperti dikutip dari Guardian. Gagarin juga menyukai karya sastra agung yang ditulis Lermontov dan Saint-Exupéry. ”Dia sering membaca karya sastra itu dengan keras di depan kami. Saat itu sangat sulit untuk mengerti isi karya sastra, tetapi dia tetap suka melakukannya,” papar Gagarina.

”Ayah kira dirinya adalah seorang pilot. Buku favoritnya bukan The Little Prince,tapi Night Flight(novel mengenai penerbang pos udara yang mengalami malapetaka).” Sebelum menerbangkan Vostok-1 pada 12 April 1961, Gagarin juga berusaha membohongi istrinya agar tidak khawatir. ”Ibu tidak tahu apa yang akan dilakukan ayah. Ayah baru bilang ketika pergi ke Baikonur (tempat lepas landas),”kata Gagarina. ”Tapi ayah tidak memberi tahu tanggal pasti p e l u n - c u r a n - nya.

Dia hanya mengatakan bahwa penerbangan akan dilakukan dalam beberapa hari, sehingga ibu tidak khawatir.” Gagarin tidak pernah memiliki ilusi mengenai mimpinya. Dia pernah menulis sebuah surat kepada istrinya bahwa dia sepertinya tidak akan kembali, karena penerbangannya sangat berbahaya. Namun Gagarin tidak memberikan surat itu kepada istrinya. Istrinya justru mengetahui keberadaan surat itu ketika Gagarin pulang ke rumah.”Ayah meminta agar ibumembuangsuratitu,tapiibu tetap menyimpannya,” kata Gagarina.

Ingin Terbang ke Antariksa Lagi 

Terus, apa keinginan yang masih terpendam dalam sosok seorang Gagarin? ”Ayah ingin sekali terbang ke antariksa lagi. Ayah sangat menikmati penerbangan pertamanya, tetapi itu telah berakhir dengan cepat,” kata Gagarina seperti dikutip BBC. Gagarin juga ingin kembali menjadi seorang kosmonot dan pilot. ”Ayah sedih ketika tidak diizinkan terbang kembali,”kata putri yang berusia dua tahun ketika ayahnya terbang ke orbit Bumi itu. Kisah perekrutan Gagarin juga sangat menjadi sejarah.

Pada salah satu hari di tahun 1959, 2.200 pilot Rusia dites. Hanya 20 orang yang lulus. Selama 11 bulan para kosmonot itu dilatih dengan program yang luar biasa sulitnya,mulai dari tes mental hingga kekuatan fisik. ”Salah satu teknik pelatihannya melibatkan kamar isolasi,”ungkap Gagarina. Kamar isolasi itu sangat sempit dan tanpa jendela.Saat itu,kenang Gagarina, ayahnya sangat tenang dibandingkan kandidat lain. Para kandidat pun tidak mengetahui berapa lama mereka berada di ruang isolasi itu.

”Sekitar 21 hari, ayah diuji coba di ruang isolasi dari suhu 50 derajat hingga minus 50 derajat,” katanya. Dua hari sebelum penerbangan dilakukan, Gagarin diberi tahu bahwa dialah yang lulus. ”Kepribadian ayah merupakan faktor utama kemenangannya. Dia selalu tersenyum. Dia selalu ramah dan mudah akrab,” tutur Elena Gagarina. Dia juga memuji ayahnya yang mampu bereaksi sangat cepat dalam keadaan yang sulit. ANDIKA HENDRA M

Baca lebih

Blogger Sudah Support Fungsi Readmore

Untuk melengkapi hadiah perayaan hari ulang tahunnya yang ke 10, kini blogger menambahkan satu tombol yang sangat di tunggu-tunggu oleh ribuan blogger didunia yaitu tombol "Jump Breaks" atau tombol "More" atau tombol "Read more" yang mempunyai fungsi untuk memotong tulisan di halaman depan (home page) atau lebih populer dengan sebutan "fungsi read more".
read more
Ini artinya, untuk memotong artikel agar tidak terlalu panjang tampil di halaman depan, anda hanya tinggal klik tombol " Read more" saja dan anda tidak harus repot lagi mengetikkan kode read more hasil hack atau apapun.
Namun, sepertinya tombol ini hanya muncul pada post editor baru dan dalam posisi mode "Compose" dan tidak muncul pada mode "Edit HTML". Walaupun seperti itu, anda masih tetap bisa menggunakan fungsi "read more" pada post editor lama serta dalam posisi mode "Edit HTML" yaitu dengan mengetikkan secara manual kode    

28 March 2011

Sepuluh hal yang kita ketahui benar ( Filosofi GOOGLE )



"Mesin pencari yang sempurna," kata co-founder Larry Page, "akan mengerti apa yang Anda maksud dan memberikan kembali apa yang Anda inginkan." Ketika Google mulai, Anda akan terkejut untuk memasukkan permintaan pencarian dan segera menemukan hak jawaban. Google menjadi sukses justru karena kami lebih baik dan lebih cepat dalam menemukan jawaban yang benar daripada mesin pencari lainnya pada saat itu.

Namun teknologi telah datang jauh sejak itu, dan wajah web telah berubah. Menyadari bahwa pencarian adalah masalah yang tidak akan pernah diselesaikan, kami terus mendorong batas teknologi yang ada untuk memberikan yang cepat, akurat dan mudah menggunakan layanan-orang mencari informasi dapat mengakses, apakah mereka sedang berada di meja di Boston atau telepon di Bangkok. Kami juga mengambil pelajaran yang telah kami pelajari dari penelusuran untuk mengatasi tantangan bahkan lebih.

Ketika kita terus melihat ke arah masa depan, prinsip-prinsip inti panduan tindakan kita.


Fokus pada pengguna dan semua yang lain akan mengikuti.
Sejak awal, kami fokus pada penyediaan pengalaman pengguna yang terbaik mungkin. Apakah kita sedang merancang sebuah browser Internet baru atau tweak baru untuk tampilan homepage, kita berhati-hati untuk memastikan bahwa mereka pada akhirnya akan melayani Anda , bukan tujuan internal kita sendiri atau garis bawah. Antarmuka Homepage kami jelas dan sederhana, dan halaman beban langsung. Penempatan dalam hasil pencarian tidak pernah dijual kepada siapa pun, dan iklan tidak hanya jelas ditandai sebagai demikian, ia menawarkan konten yang relevan dan tidak mengganggu. Dan ketika kita membangun alat-alat baru dan aplikasi, kami percaya bahwa mereka harus bekerja dengan baik Anda tidak harus mempertimbangkan bagaimana mereka mungkin telah dirancang berbeda.


Yang paling baik adalah melakukan satu hal benar-benar baik.
Kami melakukan pencarian. Dengan salah satu kelompok terbesar di dunia penelitian difokuskan secara eksklusif pada pemecahan masalah pencarian, kami tahu apa yang kita lakukan dengan baik, dan bagaimana kita bisa melakukannya dengan lebih baik. Melalui iterasi terus pada masalah yang sulit, kami telah mampu menyelesaikan masalah yang kompleks dan memberikan perbaikan yang berkesinambungan ke layanan yang sudah membuat menemukan informasi yang cepat dan pengalaman terbaik bagi jutaan orang. Dedikasi kami untuk mencari meningkatkan membantu kita menerapkan apa yang kita telah belajar untuk produk baru, seperti Gmail dan Google Maps. Harapan kami adalah untuk membawa kekuatan pencarian ke daerah-daerah yang sebelumnya belum dieksplorasi, dan untuk membantu orang mengakses dan menggunakan bahkan lebih dari informasi yang terus berkembang dalam kehidupan mereka.


Cepat lebih baik dari lambat.
Kita tahu waktu Anda yang berharga, jadi ketika Anda sedang mencari jawaban di web Anda ingin segera - dan kami bertujuan untuk menyenangkan. Kita mungkin satu-satunya di dunia yang bisa mengatakan tujuan kita adalah memiliki orang-orang meninggalkan situs kami secepat mungkin. Dengan cukur kelebihan bit dan byte dari halaman kami dan meningkatkan efisiensi lingkungan kita melayani, kita sudah memecahkan rekor kecepatan kita sendiri berkali-kali, sehingga waktu respon rata-rata pada hasil pencarian sepersekian detik. Kami terus kecepatan dalam pikiran dengan setiap produk baru kami rilis, entah itu sebuah aplikasi mobile atau Google Chrome, browser dirancang untuk menjadi cukup cepat untuk web modern. Dan kami terus bekerja untuk membuat semuanya berjalan lebih cepat.


Demokrasi di web bekerja.
pencarian Google berhasil karena mengandalkan pada jutaan orang posting link di situs Web untuk membantu menentukan situs lain menawarkan konten yang bernilai. Kami menilai pentingnya setiap halaman web dengan menggunakan lebih dari 200 sinyal dan berbagai teknik, termasuk dipatenkan algoritma kami PageRank ™, yang menganalisis situs mana yang telah "memilih" untuk menjadi sumber informasi terbaik melalui halaman-halaman lain di seluruh web. Sebagai web membesar, pendekatan ini sebenarnya membaik, karena setiap situs baru merupakan titik informasi dan suara lain untuk dihitung. Dalam nada yang sama, kita aktif dalam pengembangan perangkat lunak sumber terbuka, di mana inovasi terjadi melalui upaya kolektif dari banyak programmer.


Anda tidak perlu berada di meja Anda yang harus menjawab.
Dunia ini semakin mobile: orang ingin mengakses informasi dimanapun mereka berada, kapan pun mereka membutuhkannya.Kami merintis teknologi baru dan menawarkan solusi baru untuk layanan mobile yang membantu orang di seluruh dunia untuk melakukan sejumlah tugas di ponsel mereka, dari memeriksa kejadian email dan kalender untuk menonton video, belum lagi beberapa cara berbeda untuk mengakses Google pencarian di telepon. Selain itu, kami berharap untuk bahan bakar inovasi yang lebih besar bagi para pengguna ponsel di mana-mana dengan Android, gratis, source platform terbuka mobile. Android membawa keterbukaan yang membentuk internet untuk dunia mobile. Tidak hanya menguntungkan konsumen Android, yang memiliki lebih banyak pilihan dan inovatif pengalaman mobile baru, tetapi membuka peluang pendapatan untuk operator, produsen dan pengembang.


Anda bisa menghasilkan uang tanpa melakukan yang jahat.
Google adalah sebuah bisnis. Pendapatan yang kami hasilkan berasal dari menawarkan teknologi pencarian untuk perusahaan dan dari penjualan iklan ditampilkan di situs kami dan di situs lainnya di seluruh web. Ratusan ribu digunakan pengiklan AdWords di seluruh dunia untuk mempromosikan produk mereka; ratusan ribu penerbit mengambil keuntungan dari program AdSense kami untuk memberikan iklan yang relevan dengan konten situs mereka. Untuk memastikan bahwa kita akhirnya melayani seluruh pengguna kami (apakah mereka pengiklan atau tidak), kita memiliki satu set prinsip panduan program periklanan kami dan praktek:


Kami tidak mengizinkan iklan untuk ditampilkan pada halaman hasil kami kecuali mereka relevan di mana mereka akan ditampilkan. Dan kami sangat yakin bahwa iklan dapat memberikan informasi yang berguna jika, dan hanya jika, mereka relevan dengan apa yang ingin Anda cari - sehingga mungkin bahwa pencarian tertentu tidak akan menyebabkan setiap iklan sama sekali.


Kami percaya bahwa iklan dapat efektif tanpa harus mencolok. Kami tidak menerima iklan pop-up, yang mengganggu kemampuan Anda untuk melihat konten yang Anda minta. Kami telah menemukan bahwa iklan teks yang relevan dengan orang yang membacanya menarik rasio klik per tayang yang lebih tinggi dari iklan yang muncul secara acak. Setiap pengiklan, baik kecil atau besar, dapat memanfaatkan media ini sangat bertarget.


Iklan di Google selalu jelas diidentifikasi sebagai "Link Sponsor," sehingga tidak membahayakan integritas hasil pencarian kami. Kami tidak pernah memanipulasi peringkat untuk menempatkan mitra kami lebih tinggi dalam hasil pencarian kami dan tidak ada yang bisa membeli PageRank yang lebih baik. Pengguna kami percaya obyektivitas kami dan tidak ada keuntungan jangka pendek yang bisa membenarkan melanggar kepercayaan itu.


Terdapat informasi selalu lebih di luar sana.
Begitu kita akan diindeks lebih banyak dari halaman HTML di Internet daripada layanan pencarian lainnya, insinyur kami mengalihkan perhatian mereka ke informasi yang tidak mudah diakses. Kadang-kadang itu hanya soal mengintegrasikan database baru ke dalam pencarian, seperti menambah nomor telepon dan alamat pencarian dan direktori bisnis. Upaya lain membutuhkan kreativitas sedikit lebih, seperti menambahkan kemampuan untuk mencari arsip berita, paten, jurnal akademik, miliaran gambar dan jutaan buku. Dan peneliti kita terus mencari cara untuk membawa semua informasi dunia bagi orang yang mencari jawaban.


Kebutuhan akan informasi melintasi semua perbatasan.
Perusahaan kami didirikan di California, tetapi misi kami adalah memfasilitasi akses ke informasi bagi seluruh dunia, dan di setiap bahasa. Untuk itu, kami memiliki kantor di lusinan negara, mempertahankan lebih dari 150 domain Internet, dan melayani lebih dari separuh hasil kami kepada orang-orang yang tinggal di luar Amerika Serikat. Kami menawarkan interface pencarian Google di lebih dari 110 bahasa, orang menawarkan kemampuan untuk membatasi hasil ke konten yang ditulis dalam bahasa mereka sendiri, dan bertujuan untuk menyediakan seluruh aplikasi dan produk kami sebagai banyak bahasa dan bentuk yang dapat diakses mungkin. Menggunakan alat terjemahan kami, orang dapat menemukan konten tertulis di sisi lain dunia dalam bahasa mereka tidak berbicara. Dengan alat dan bantuan relawan penerjemah, kami telah mampu untuk lebih meningkatkan baik jenis dan kualitas layanan kami dapat menawarkan bahkan jauh-melemparkan sebagian penjuru dunia.


Anda bisa serius tanpa mengenakan seragam.
Pendiri kami dibangun Google di seluruh gagasan bahwa kerja harus menantang, dan tantangan itu harusnya menyenangkan.Kami percaya bahwa besar, hal-hal kreatif lebih cenderung terjadi dengan budaya perusahaan yang tepat - dan itu tidak hanya berarti lampu lava dan bola karet. Ada penekanan pada prestasi dan kebanggaan tim dalam prestasi individu yang berkontribusi bagi keberhasilan kami secara keseluruhan. Kami menaruh saham besar di karyawan kami - energik, penuh gairah orang dari berbagai latar belakang dengan pendekatan kreatif untuk bekerja, bermain dan kehidupan. suasana kita mungkin biasa, tetapi sebagai ide-ide baru muncul dalam garis kafe, pada pertemuan tim atau di gym, mereka diperdagangkan, diuji dan dimasukkan ke dalam praktek dengan kecepatan yang memusingkan - dan mereka mungkin menjadi landasan untuk sebuah proyek baru ditakdirkan untuk digunakan di seluruh dunia.


Great saja tidak cukup baik.
Kita melihat yang besar pada sesuatu sebagai titik awal, bukan titik akhir. Kami menetapkan sendiri tujuan kita tahu bahwa kita tidak dapat mencapai belum, karena kita tahu bahwa dengan peregangan untuk bertemu dengan mereka kita bisa mendapatkan lebih dari yang kita harapkan. Melalui inovasi dan iterasi, kami bertujuan untuk mengambil hal-hal yang bekerja dengan baik dan memperbaiki mereka dengan cara yang tak terduga. Sebagai contoh, ketika salah satu insinyur kami melihat pencarian yang bekerja dengan baik untuk kata dieja dengan benar, ia bertanya-tanya tentang bagaimana menangani kesalahan ketik. Yang membuatnya membuat pemeriksa ejaan intuitif dan lebih bermanfaat.

Bahkan jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda cari, menemukan jawaban di web adalah masalah kita, bukan milikmu. Kami mencoba untuk mengantisipasi kebutuhan yang belum disampaikan oleh khalayak global kami, dan menemui mereka dengan produk dan layanan yang menetapkan standar baru. Ketika kami meluncurkan Gmail, memiliki ruang penyimpanan yang lebih besar daripada layanan email yang tersedia. Dalam menawarkan retrospeksi yang tampak jelas - tapi itu karena sekarang kita memiliki standar baru untuk penyimpanan email. Mereka adalah jenis perubahan yang kami berusaha untuk membuat, dan kami selalu mencari tempat-tempat baru di mana kita bisa membuat perbedaan. Pada akhirnya, ketidakpuasan terus-menerus kami dengan cara hal-hal yang menjadi kekuatan pendorong di belakang semua yang kita lakukan.
Update

Kami pertama kali menulis ini "10 hal" beberapa tahun yang lalu. Dari waktu ke waktu kami kembali daftar ini untuk melihat apakah masih berlaku. Kami berharap hal ini - dan Anda bisa menahan kami untuk itu. (September 2009)

BROWSER PILIHAN


   Mana yang akan menjadi pilihan anda?.
Kecepatan ?
Penampilan?
Atau sekedar ikut- ikut....
  Berikut statistik guest blog milik saya. Percayakah anda.....

Pageviews by Browsers
Firefox
3,820 (45%)
Chrome
1,622 (19%)
Opera
1,325 (15%)
Internet Explorer
1,199 (14%)
Safari
219 (2%)
Flock
75 (<1%)
OneRiot
58 (<1%)
NetFront
35 (<1%)
handyCafeCln
29 (<1%)
Java
25 (<1%)

12 March 2011

Ikatan Dokter Anak Indonesia

source IDAI WEBSITE



Cikal bakal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dibentuk pada tanggal 14 Juni 1954, bertepatan dengan ulang tahun Dr. Sudjono D. Pusponegoro dan Prof. Sutedjo. Sebagai ketua IDAI pertama (1954-1968) adalah Prof.Dr. Sudjono D. Pusponegoro dengan anggota pengurus Prof. M.D. Hidayat, Dr. Sutedjo, Dr. Te Bek Siang, Dr. Ismangoen, Dr. Kwari Satjadibrata, Dr. Kho Ling Keng, dan Dr. Jo Kian Tjaij. 
Ketua IDAI selanjutnya adalah :

  • Prof. Sutedjo I (1968 - 1974),
  • Prof. R.O. Odang (1974 - 1977),
  • Dr. A.H. Markum (1978 - 1981),
  • Dr. Sofyan Ismael (1981 - 1984),
  • Dr.Sumarmo Poorwo Soedarmo (1984 - 1987),
  • Prof.Dr. A.H. Markum (1987 - 1989),
  • Dr, Asril Aminullah (1989 - 1990, karena Prof. A.H. Markum wafat 1989),
  • Dr. M. Hardjono Abdoerrachman (1990 - 1993),
  • Dr. Asril Aminullah (1993 - 1996),
  • Dr. Noenoeng Rahajoe (1996 - 1999),
  • Dr. Jose Rizal Latif Batubara (1999 - 2002),
  • Dr. Hardiono D. Pusponegoro (2002 - 2005),
  • Dr. Sukman Tulus Putra (2005 - 2008), dan
  • Dr. Badriul Hegar (2008 - 2011).
IDAI adalah satu-satunya organisasi profesi Dokter Spesialis Anak Indonesia yang bernaung di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam bahasa Inggris IDAI disebut dengan Indonesian Pediatrics Society. IDAI berasaskan Pancasila, bertujuan ikut serta meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak, mengembangkan ilmu kesehatan anak, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Untuk mencapai tujuannya IDAI membantu pemerintah dalam membina dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak, berpartisipasi aktif dalam penelitian kesehatan anak dan kesejahteraan anak, memberikan pengarahan, pembinaan, dan melaksanakan pendidikan ilmu kesehatan anak, meningkatkan kemampuan profesi dokter spesialis anak, menjalin kerjasama dengan organisasi dokter spesialis anak regional dan internasional, organisasi kesehatan dan kesejahteraan anak lain, di samping mempersatukan, memperjuangkan dan memelihara kepentingan/ kedudukan dokter spesialis anak Indonesia. Masa bakti Pengurus Pusat IDAI adalah selama 3 tahun, dengan sekretariat berkedudukan di ibukota Republik Indonesia. Anggota IDAI berkewajiban menjunjung tinggi dan mengamalkan sumpah dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IDAI, peraturan dan keputusan IDAI. Sampai KONIKA XIV tahun 2008 di Surabaya, Jawa Timur, jumlah anggota IDAI yang terdaftar resmi sebanyak 2305 orang.

Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) adalah badan legislatif tertinggi di dalam organisasi IDAI, karena merupakan forum musyawarah utusan IDAI Cabang, Pengurus Pusat IDAI beserta semua jajarannya, dan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (Kolegium IKAI). Sidang KONIKA terdiri dari sidang organisasi dan sidang ilmiah. KONIKA diadakan sekali dalam 3 tahun, tetapi dalam keadaan mendesak, KONIKA dapat diselenggarakan atas usul Pengurus Pusat IDAI, Pengurus Nasional Kolegium IKAI, atau salah satu IDAI Cabang dengan persetujuan dari sekurang-kurangnya duapertiga jumlah IDAI Cabang dan Pengurus Nasional Kolegium IKAI.

Sidang organisasi KONIKA dilakukan untuk menyempurnakan AD-ART dan Renstra, menilai pertanggungan jawab Pengurus Pusat IDAI dan Kolegium IKAI, memilih ketua umum Pengurus Pusat IDAI dan ketua Kolegium IKAI, menilai dan menetapkan IDAI Cabang baru, menetapkan keanggotaan, menentukan tempat KONIKA dan PIT berikut, menetapkan uang pangkal, iuran langganan Pediatrica Indonesiana, Sari Pediatri, dan ketentuan yang berhubungan dengan profesi, serta membahas dan merumuskan masalah ilmu kesehatan anak dengan memperhatikan Renstra.

KONIKA I diselenggarakan pada tanggal 12-15 April 1968 di Semarang, KONIKA II di Bandung (21-25 April 1971), sedangkan KONIKA III di Surabaya pada tanggal 1-6 Juli 1974. KONIKA IV dengan tema "Peningkatan pelayanan kesehatan anak dalam masyarakat" diselenggarakan di Yogyakarta (21-25 Mei 1978), KONIKA V diselenggarakan di Medan, dengan tema "Tumbuh kembang sempurna masa depan cemerlang" (14-18 Juni 1981), dan KONIKA VI di Denpasar (6-19 Juli 1984) dengan tema "Kesehatan anak masa kini menjamin kesejahteraan bangsa masa depan". KONIKA VII diselenggarakan di Jakarta (11-15 September 1987) dengan tema "Memantapkan kesehatan anak mempersiapkan era tinggal landas". KONIKA VIII di Ujung Padang (11-14 September 1990) dengan tema "Meningkatkan kualitas anak menunjang pembangunan bangsa". KONIKA IX di Semarang (13-16 Juni 1993) dengan tema "Memantapkan kualitas perlindungan anak menunjang pembangunan nasional jangka panjang II", KONIKA X di Bukittinggi (16-20 Juni 1996) dengan tema "Meningkatkan profesionalisme IDAI untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas", sedangkan KONIKA XI diselenggarakan di Jakarta tanggal 4-7 Juli 1999 dengan tema "Mempersiapkan dan mengantar anak Indonesia memasuki abad 21". KONIKA XII diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni - 4 Juli 2002 dengan tema "Improving professionalism in health science and technology for implementation of the child right and protection in Indonesia", bersamaan dengan kongres 11th ASEAN Pediatric Federation Conference (APFC) dengan tema "Improving adolescent health for future human resources". KONIKA XIII diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 4-7 Juli 2005, dengan tema: Pendekatan ilmiah kesehatan anak dan pencegahannya dari ilmu dasar ke aplikasi klinis dan komunitas. KONIKA XIV diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 5-9 Juli 2008, dengan tema: "Competence-based professionalisme in Pediatrics."

Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak
Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak (PIT IKA) dilaksanakan pertama kali di Palembang pada tanggal 25-27 Juni 2001. PIT IKA II diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau pada tanggal 12-14 Juli 2004, denagn tema: "Hot topic in pediatric". PIT IKA III diselenggarakan di Yogayakarta pada tanggal 5-9 Mei 2007 dengan tema: "Peningkatan penelitian oleh dokter spesialis anak dari molekuler hingga komunitas dengan memperhatikan bioetika" dan PIT IKA IV diselenggarakan di Medan pada tanggal 20 - 24 Februari 2010 dengan tema 'The role of pediatricians to achieve MDG's 2015'.

IDAI Cabang
IDAI Cabang dapat dibentuk di propinsi yang sedikitnya mempunyai sepuluh anggota tetapi pada setiap propinsi hanya boleh dibentuk satu IDAI Cabang. IDAI Cabang mulai dibentuk pada tahun 1971 di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ketua IDAI Cabang Jakarta yang pertama adalah Dr. L.A. Tamaela. Ketua pertama IDAI Cabang Jawa Tengah adalah Dr. Moeljono S. Trastotenojo, dan IDAI Cabang Jawa Timur dengan ketua yang pertama Prof. Kwari Satjadibrata.

Di luar Jawa, IDAI Cabang yang pertama terbentuk adalah IDAI Cabang Sumatera (1972) yang berpusat di Medan, dengan ketua Dr. Sjarikat Tarigan. Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk IDAI Cabang Jawa Barat dan IDAI Cabang D.I. Yogyakarta. Sebagai Ketua IDAI Cabang Jawa Barat adalah Prof. Sugiri dan IDAI Cabang D.I. Yogyakarta diketuai oleh Dr. Ismangoen.

Untuk mempermudah koordinasi anggotanya, pada tahun 1978 IDAI Cabang Sumatera dipecah menjadi IDAI Cabang Sumatera Selatan dan Tengah (Sumselteng) serta IDAI Cabang Sumatera Utara. IDAI Cabang Sumselteng diketuai oleh Prof. Goepito, sedangkan IDAI Cabang Sumatera Utara tetap diketuai oleh Dr. Sjarikat Tarigan. Pada tahun 1979 dibentuk IDAI Cabang Sulawesi Selatan dengan ketua Dr. M. Farid, sedangkan IDAI Cabang Sulawesi Utara diresmikan pada tahun 1981 dengan ketua Dr. J.M. Wantania. Pada tahun 1984 IDAI Cabang Sumselteng dipisah menjadi IDAI Cabang Sumatera Selatan (termasuk Lampung dan Bengkulu) dan IDAI Cabang Sumatera Barat (termasuk Jambi dan Riau). IDAI Cabang Sumatera Selatan diketuai oleh Dr. Rusdi Ismail, sedangkan ketua IDAI Cabang Sumatera Barat adalah Dr. Sjamsir Daili. Pada tahun 1987. IDAI Cabang Bali dibentuk dengan memisahkan diri dari IDAI Cabang Jawa Timur yang diketuai oleh Dr. Sudaryat Suraatmadja. IDAI Cabang D.I. Aceh diresmikan pada KONIKA X (1996) di Bukittinggi, dengan ketua pertama Dr. Roestini Yusuf. Pada KONIKA XII di Bali, diresmikan juga 4 IDAI Cabang yang baru yaitu IDAI Cabang Riau dengan ketua Dr. Zaimi Zet, IDAI Cabang Lampung dengan ketua Dr. Ruskandi M., IDAI Cabang Banten dengan ketuanya Dr. Syartil Arfan NZ, dan IDAI Cabang Kalimantan Selatan dengan ketuanya Dr. Ari Yunanto. IDAI Cabang D.I. Aceh berganti nama menjadi IDAI Cabang Nangroe Aceh Darussalam.

Pada KONIKA XIII 2005 di Bandung, disahkan terbentuknya IDAI Cabang Kalimantan Timur dengan ketuanya Dr. Bambang Suasono. Pada saat KONIKA XIV 2008 di Surabaya, disahkan 3 IDAI cabang baru, yaitu IDAI Cabang Jambi dengan ketuanya Dr. Pandji Prijadi Budojo, IDAI Cabang Kepulauan Riau dengan ketuanya Dr. Indra Yanti, dan IDAI Cabang Kalimantan Barat dengan ketuanya Dr. Charles E Hutasoit. Pada KONIKA X 1996 di Bukittinggi, tercatat IDAI mempunyai 1008 orang anggota yang tersebar di 12 IDAI Cabang dengan masing-masing anggota yang terdaftar yaitu: IDAI Cabang D.I. Aceh 12 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 90 orang, IDAI Cabang Sumatara Barat 39 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 37 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 128 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 305 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 115 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 36 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 155 orang, IDAI Cabang Bali 26 orang, IDAI Cabang Sulawesi Selatan 40 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Utara 25 orang. Pada saat KONIKA XI 1999 di Jakarta, IDAI mempunyai 12 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1200 orang yang tersebar di IDAI Cabang D.I.Aceh 16 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 82 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 58 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 58 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 369 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 138 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 133 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 40 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 194 orang, IDAI Cabang Bali 48 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 21 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 43 orang.

Pada saat KONIKA XII 2002 di Nusa Dua, Bali, IDAI mempunyai 16 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1388 orang yang tersebar di IDAI Cabang D.I. Aceh 22 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 88 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 56 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 65 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 405 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 183 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 168 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 57 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 216 orang, IDAI Cabang Bali 36 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 30 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 62 orang. Pada saat KONIKA XIII 2005 di Bandung, Jawa Barat, IDAI mempunyai 17 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1711 orang yang tersebar di 17 IDAI Cabang, yaitu IDAI Cabang D.I. Aceh 12 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 101 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 36 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 60 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 490 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 201 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 160 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 71 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 229 orang, IDAI Cabang Bali 72 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 42 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 72 orang, IDAI Cabang Riau 44 orang, IDAI Cabang Lampung 21 orang, IDAI Cabang Banten 20 orang, IDAI Cabang Kalimantan Selatan 34 orang, dan IDAI Cabang Kalimantan Timur 34 orang.

Pada saat KONIKA XIV 2008 di Surabaya, Jawa Timur, disahkan 3 IDAI cabang yang baru, sehingga pada KONIKA XIV 2008 di Surabaya, IDAI mempunyai 20 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 2305 orang yang tersebar di 20 IDAI Cabang, yaitu IDAI Cabang D.I. Aceh 33 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 127 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 46 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 89 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 620 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 302 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 221 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 102 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 268 orang, IDAI Cabang Bali 102 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 61 orang, IDAI Cabang Sulawesi Selatan 101 orang, IDAI Cabang Riau 44 orang, IDAI Cabang Lampung 25 orang, IDAI Cabang Banten 49 orang, IDAI Cabang Kalimantan Selatan 36 orang, IDAI Cabang Kalimantan Timur 36 orang, IDAI Cabang Kepulauan Riau 18 orang, IDAI Cabang Jambi 12 orang, dan IDAI Cabang Kalimantan Barat 13 orang.

Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia
Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (Kolegium IKAI) adalah badan eksekutif IDAI yang bertugas untuk mengemban tujuan IDAI dalam bidang pendidikan. Cikal bakal Kolegium IKAI dimulai pada saat KONIKA III di Surabaya (1974) dengan nama Dewan Penilai Keahlian (DPK), diketuai oleh Prof. Kwari Satjadibrata (1974-1978) dan sekretaris Dr. IGN. Gde Ranuh. Dalam KONIKA IV 1978 di Yogyakarta, DPK berganti nama menjadi MPKK (Majelis Pembina dan Penilai Keahlian) dengan ketua Dr. IGN. Ranuh (1978 –1984). Pada tahun 1981 MPPK diubah menjadi MPPKKA (Majelis Pembina dan Penilai Keahlian Kesehatan Anak) dengan ketua pengurus harian Prof.DR. Iskandar Wahidiyat (1984-1990) dan sejak tahun 1990 MPPKKA diubah menjadi MPPDS (Majelis Pembina dan Penilai Dokter Spesialis) dengan ketua Prof. Sofyan Ismael (1993-1999). Nama dan organisasi MPPDS resmi diubah (ditransformasi) menjadi Kolegium IKAI pada KONIKA-XI, 1999 di Jakarta dengan ketuanya Prof. Dr. Asril Aminullah. Kolegium IKAI terdiri dari ketua Departemen/Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Negeri, Ketua Program Studi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA), wakil guru besar, dan 4-5 orang dokter spesialis anak konsultan pakar pendidikan yang ditunjuk oleh Ketua Kolegium IKAI. Ketua Kolegium IKAI dikukuhkan oleh sidang organisasi Kongres Ilmu Kesehatan Anak. Pada tahun 2005 pada saat KONIKA XIII di Bandung, Dr. Arwin. A.P. Akib, Sp.A(K) terpilih sebagai ketua Kolegium IKAI periode 2005-2008. Pada tahun 2008 pada saat KONIKA XIV di Surabaya, Dr. Bambang Supriyatno, Sp.A(K) ditetapkan sebagai ketua Kolegium IKAI periode 2008-2011.

Kolegium IKAI berperan aktif dalam menyusun, menetapkan, menilai, dan menyempurnakan kurikulum, persyaratan dasar pengembangan pendidikan serta mengevaluasi pendidikan dokter spesialis I dan II Ilmu Kesehatan Anak (IKA) di tingkat nasional. Selain itu Kolegium IKAI memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar IPDSA dapat diakui atas dasar penilaian Kolegium IKAI, menetapkan persyaratan penilaian keahlian melalui komite penguji nasional, pengakuan dan penerimaan lulusan pendidikan dokter spesialis I dan II Ilmu Kesehatan Anak, menilai program adaptasi dokter spesialis anak lulusan luar negeri, administrasi ijazah untuk didaftarkan pada Majelis Dokter Spesialis IDI serta menilai dan membina kemampuan serta pengamalan anggota IDAI dalam hal keahlian ilmu kesehatan anak.

Kurikulum pendidikan dokter spesialis anak pertama kali disusun dan diresmikan pada tahun 1976, kemudian disempurnakan pada tahun 1978 dan 1990. Hasil karya MPPDS antara lain buku panduan (petunjuk pelaksanaan kurikulum 1990), kriteria pengakuan dan jalur pengukuhan dokter spesialis anak dan dokter spesialis anak konsultan, evaluasi nasional, badan penguji nasional dan komisi penguji nasional, buku ajar dokter spesialis anak, prosedur baku pelayanan ilmu kesehatan anak, Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak Konsultan, pendidikan kedokteran berkelanjutan, Buku 60 tahun Pendidikan Dokter Spesialis Anak Indonesia, dan pengembangan Pusat Unggulan.

Susunan Kolegium IKAI terdiri dari : (1) Sidang Pleno Kolegium IKAI, (2) Pengurus Nasional Kolegium IKAI, (3) Pengurus Harian Kolegium IKAI, (4) Komisi-komisi sebagai badan pelengkap Kolegium IKAI (Komisi Kurikulum, Komisi Evaluasi, Komisi Akreditasi, Komisi Pengembangan dan Pembinaan). Selain komisi, dapat juga dibentuk subkomisi sesuai dengan keperluan

Unit Kerja Koordinasi
Unit Kerja Koordinasi (UKK) adalah badan pelengkap IDAI untuk membina dan mengembangkan subspesialisasi ilmu kesehatan anak, memberikan saran dan petunjuk kepada Pengurus Pusat IDAI dalam kegiatan ilmiah sesuai bidangnya, serta berperan sebagai nara sumber dalam pertemuan ilmiah nasional, regional, maupun internasional. Sebelum ada UKK, beberapa cabang ilmu kesehatan anak membentuk pelbagai badan kerjasama, antara lain Badan Kerjasama Gastroenterologi Anak Indonesia (BKGAI), Badan Kerjasama Neonatologi Indonesia (BKNI), Badan Kerjasama Nefrologi Anak Indonesia (BKNAI), dan Badan Kerjasama Pulmonologi Anak Indonesia (BKPAI). Pimpinan dan para penasehat IDAI waktu itu mengkhawatirkan perkembangan tersebut justru akan melemahkan IDAI dan mengganggu jalannya pelbagai program IDAI.

Untuk itu pada KONIKA-IV 1978 di Yogyakarta disepakati agar setiap subdisiplin dalam ilmu kesehatan anak, membentuk wadah di dalam IDAI yang disebut sebagai Unit Kerja Koordinasi (UKK). Badan kerjasama kemudian dibubarkan dan diubah menjadi UKK, kecuali BKGAI yang bersifat multidisipliner. Keputusan ini terbukti sangat tepat, sehingga sampai sekarang ini perkembangan subdisiplin ilmu kesehatan anak tetap kukuh bersatu tidak terpecah belah.

Pada KONIKA-IV (Yogyakarta 1978) disahkan berdirinya UKK Gastroenterologi, UKK Neonatologi, UKK Pediatri Sosial, UKK Pulmonologi, dan UKK Nefrologi. Pada KONIKA V (Medan 1981) disahkan UKK Neurologi, UKK Hematologi, UKK Gizi, dan UKK Kardiologi. Pada KONIKA VI (Denpasar 1984) disahkan UKK Pediatri Gawat Darurat, UKK Infeksi dan Penyakit Tropis, sedangkan dalam KONIKA VII (Jakarta 1987) tidak ada pembentukan UKK baru. Pada KONIKA VIII (Ujungpandang 1990) disahkan berdirinya UKK Endokrinologi, UKK Pencitraan, dan UKK Alergi Imunologi.

Selama periode 1987 – 1990 kegiatan UKK difokuskan untuk penyempurnaan katalog Pendidikan Dokter Spesialis Anak 1978 dan pelaksanaan penelitian multisenter. Selain itu beberapa UKK telah pula membuat kurikulum dokter spesialis anak konsultan dan sekolah dokter spesialis anak konsultan yang dianggap sebagai jenjang tertinggi dalam profesi ilmu kesehatan Anak, yang mulai dikembangkan di dalam Rapat Kerja IDAI 1982 di Bukittinggi.

Sampai tahun 1997 Pengurus Pusat IDAI mempunyai 14 UKK yaitu: Gastrohepatologi, Neonatologi, Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Pulmonologi, Nefrologi, Neurologi, Hematologi, Gizi, Kardiologi, Pediatri Gawat Darurat, Infeksi & Penyakit Tropis, Endokrinologi, Pencitraan, dan Alergi Imunologi. Pada Rapat Kerja IDAI tanggal 17-20 Oktober 20002 di Hotel Shangrila Jakarta, telah ditetapkan perubahan nama UKK Hematologi menjadi UKK Hematologi Onkologi dan UKK Gizi menjadi UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pada KONIKA XIII 2005 Bandung, UKK Pulmonologi berganti nama menjadi UKK Respirologi. Sampai dengan KONIKA XIII 2005, IDAI mempunyai 14 UKK.

Satuan Tugas (Satgas)
Satgas mempunyai kegiatan diluar lingkup UKK yang melibatkan lebih dari 1 UKK
  • Satgas Imunisasi
  • Satgas HIV
  • Satgas Farmasi Pediatrik
  • Satgas Anemia Defisiensi Besi
  • Satgas Bencana dan Keadaan Luar Biasa
  • Satgas Penelitian dan Pengembangan Sumber Data Manusia
  • Satgas ASI
  • Satgas Perlindungan Anak
  • Satgas Remaja
Komite Continuing Profesional Development (CPD)
Komite CPD bertugas melaksanakan dan menyusun kegiatan CPD, menetapkan nilai akreditasi, dan tata cara pemberian angka kredit profesi.

Badan Pertimbangan Pengurus Pusat (BP3)
BP3 membantu tugas serta memberikan saran dan pertimbangan kepada Pengurus Pusat IDAI.

Badan Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BP2A)
BP2A bertugas melakukan pembinaan, bimbingan hukum dan kode etik kedokteran, serta pembelaan terhadap anggota yang mempunyai masalah yang berkaitan dengan profesi kedokteran.

Badan Penerbit
Badan Penerbit IDAI adalah badan pelengkap yang bertugas melaksanakan semua penerbitan IDAI, bersama Kolegium IKAI dan IDAI Cabang memotivasi dan membantu anggota IDAI untuk meningkatkan penulisan ilmiah, serta mengadakan kerjasama, tukar menukar majalah dengan penerbitan dalam dan luar negeri.

Penerbitan di kalangan IDAI dimulai tahun 1960 berjudul Berita Anak, dengan redaktur Prof. Te Bek Siang dibantu Dr. Samsudin, yang sempat terbit 3 kali. Sejak tahun 1961 terbit jurnal Ilmu Kesehatan Anak, Paediatrica Indonesiana yang berbahasa Inggris, dengan pemimpin redaksi Prof. Sutedjo sampai tahun 1975, yang terbit 6 kali setahun sampai sekarang.

Sejak KONIKA III 1974 di Surabaya, dibentuk Majelis Majalah (diketuai Dr. Samsudin) yang membawahi penerbitan di dalam IDAI. Pada KONIKA VIII 1990 (di Ujung Pandang), Majelis Majalah diubah menjadi Badan Penerbit IDAI sampai sekarang. Badan penerbit menerbitkan 3 majalah IDAI yaitu Paediatrica Indonesiana, Sari Pediatri, dan Buletin IDAI. Paediatrica Indonesiana diterbitkan pertama kali pada tahun 1974. Pada Januari 1994 diterbitkan Sari Pediatri yang berbahasa Indonesia, terbit 4 kali setahun, untuk menyebarluaskan teori, konsep, serta kemajuan di bidang pediatri kepada dokter spesialis anak dan dokter umum di seluruh Indonesia. Buletin IDAI terbit sejak tahun 1998, sebagai media komunikasi dan informasi antar anggota IDAI yang berisi berita organisasi, tentang anggota, artikel ilmiah ringan dan artikel lain yang berhubungan dengan IDAI dan kesehatan anak.

Logo dan Himne
Logo IDAI disahkan dalam KONIKA VII di Jakarta pada tahun 1987. Gambar utama logo berupa kuncup bunga yang sedang mekar berwarna hijau, yang melambangkan kesuburan dan harapan agar anak dapat bertumbuh serta berkembang dengan baik. Gambar kedua adalah gambar ular yang melilit tongkat dengan dasar yang berwarna kuning, lambang kemuliaan, yang mencerminkan ilmu dan teknologi kedokteran sebagai salah satu unsur utama ilmu kesehatan anak. Untaian kata Ikatan Dokter Anak Indonesia, yakni nama organisasi yang merupakan wadah tunggal bagi dokter spesialis anak di Indonesia. Bersamaan dengan peresmian logo tersebut, diresmikan pula himne IDAI ciptaan N. Simanungkalit.

Penghargaan IDAI
IDAI memberikan 5 jenis penghargaan kepada dokter spesialis anak yang berprestasi dalam bidang kesehatan anak. Penghargaan R. Sutedjo diberikan kepada anggota IDAI yang prestasi kemasyarakatannya menonjol dalam bidang kesehatan anak. Penghargaan R. Kwari Satjadibrata untuk anggota IDAI yang prestasi keilmuannya menonjol. Penghargaan A.H. Markum untuk anggota IDAI yang penulisan ilmiahnya mencapai prestasi tinggi. Penghargaan Mas Hidayat untuk lembaga atau perorangan bukan dokter spesialis anak yang berprestasi/berjasa dalam kesehatan anak, sedangkan penghargaan kehormatan IDAI diberikan kepada anggota IDAI yang telah berjasa mengembangkan organisasi IDAI. Selain itu, pada keadaan tertentu misalnya bencana alam, diberikan juga penghargaan khusus bagi anggota IDAI yang memberikan sumbangan luar biasa.


Pengurus Pusat IDAI



Ketua Umum :
Badriul Hegar, Dr.,Sp.A(K)

Ketua I (Bidang Organisasi) :
Bambang Tridjaja AAP., Dr.,Sp.A(K).,MMPaed

Ketua II (Bidang Ilmiah) :
Antonius H. Pudjiadi, Dr.,Sp.A(K)

Ketua III (Bidang Pengabdian dan Hubungan Masyarakat) :
DR. Rini Sekartini, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris Umum :
Sudung O. Pardede, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris I (Bidang Organisasi) :
Piprim B. Yanuarso, Dr.,Sp.A

Sekretaris II (Bidang Ilmiah) :
Setyo Handryastuti, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris III (Bidang Pengabdian dan Hubungan Masyarakat) :
Dyah Farida Amirani, Dr.,Sp.A

Bendahara :
Mulya Rahma Karyanti, Dr.,Sp.A

Anggota :
Soedjatmiko, Dr.,Sp.A(K).,MSi
Irawan Mangunatmadja, Dr.,Sp.A(K)
Adi Utomo Suardi, Dr.,Sp.A(K)
Soeroyo Machfudz, Dr.,Sp.A(K)
Ferdy Panusunan Harahap, Dr.,Sp.A
Yuli Yafri Razak, Dr.,Sp.A


IDAI  CABANG

DKI Jakarta

Ketua : Dr. Aryono Hendarto, Sp.A(K)
Sekretaris : Dr. Adji Suranto, Sp.A
Bidang Organisasi
Dr. Ade D. Pasaribu, Sp.A
Dr. Eka Laksmi, Sp.A
Bidang Ilmiah
DR.Dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K)
Dr. Pratiwi Andayani, Sp.A
Bidang Pengabdian Masyarakat
Dr. Budi Purnomo, Sp.A
Dr. Daniel Effendi, Sp.A.
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Dr. Martani W. Rakun, Sp.A
Dr. Bernie Endyarni, Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K)
Dr. Muzal Kadim, Sp.A

===============================================================

Jawa Tengah

Ketua : Bambang Sudarmanto, Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : M. Heru Muryawan, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi 
M. Sholeh Kosim, Dr.,Sp.A(K)
Trimulyo, Dr.,Sp.A
Suluri Burhan, Dr.,Sp.A
Bidang Pengembangan, Penelitian dan Pendidikan
DR. Bambang Soebagyo, Dr.,Sp.A(K)
M. Supriyatna Toto Saputro, Dr.,Sp.A
Anindita Soetadji., Dr.,Sp.A
Bidang Pelayanan & Pengabdian Masyarakat
Fitri Hartanto, Dr.,Sp.A
Anang Pranowo, Dr.,Sp.A
Pujiastuti, Dr.,Sp.A
Herry Susanto, Dr.,Sp.A
Rini Pratiwi, Dr.,Sp.A
Heru Wahyono, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan 
Rudy Susanto, Dr.,SpA(K)
MMDEAH Hapsari, Dr.,Sp.A(K)
Yulidar Hafidh, Dr.,Sp.A(K)



===============================================================

Jawa Timur

Ketua : Sjamsul Arief, Dr.,Sp.A(K).,MARS
Sekretaris : Gani Wangunhardjo, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi
Agus Harianto, Dr.,Sp.A(K)
Setya Budhy, Dr.,Sp.A(K)
M. Effendy  Reksodihardjo, Dr.,Sp.A
Muhammad Faizi, Dr.,Sp.A
Hari Kushartono, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Pengembangan, Penelitian & Pendidikan
Fatimah Indarso, Dr.,Sp.A(K)
DR. Anang Endaryanto, Dr.,Sp.A(K)
DR. IGM. Reza Gunadi Ranug, Dr.,Sp.A(K)
Dwiyanti Puspitasari, Dr.,Sp.A
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat
Ahmad Suryawan, Dr.,Sp.A(K)
Hamid Nawawi, Dr.,Sp.A
Sasongko, Dr.,Sp.A
Susanto Nugroho, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Prof. Bambang Permono, Dr.,Sp.A(K)
Prof.DR. Ismoedijanto, Dr.,Sp.A(K)
Widodo Darmowandowo, Dr.,Sp.A(K)
Abdul Latief Azis, Dr.,Sp.A(K)

===============================================================

Sumatera Utara

Ketua : Prof. Guslihan Dasa Tjipta, Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : Bugis Mardina Lubis, Dr.,Sp.A
Anggota
Prof. Chairuddin P. Lubis, Dr.,Sp.A(K).,DTM&H
Prof. Chairul Yoel, Dr.,Sp.A(K)
Prof. Munar Lubis, Dr.,Sp.A(K)
Azwan Hakmi Lubis, Dr.,Sp.A.,MKes
Terapul Tarigan, Dr.,Sp.A(K)
Agusnadi Talah, Dr.,Sp.A
Charles Siregar, Dr.,Sp.A

===============================================================

Jawa Barat

Ketua : Armijn Firman, Dr.,Sp.A
Sekretaris : DR. Sri Endah Rahayuningsih, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah dan Diklat
DR. Kusnandi Rusmil, Dr.,Sp.A(K).,MM
DR. Dany Hilmanto, Dr.,Sp.A(K)
Budi Setiabudiawan, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat 
Eddy Fadlyana, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes
Wedi Iskandar, Dr.,Sp.A
Anggraeni Alam, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan 
Ina Rosalina, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes.,MH.Kes
Suzy Irawati Sjahid, Dr.,Sp.A.,MSc
Diah Asri Wulandari, Dr.,Sp.A

===============================================================

DI Yogyakarta

Ketua : Roni Naning, Dr.,Sp.A(K).,MKes
Sekretaris : Dwi Kisworo Setyowireni, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Organisasi
Suryono Yudha Patria, Dr.,Sp.A.,PhD
Sri Aminah, Dr.,Sp.A

Bidang Ilmiah
Sumadiono, Dr.,Sp.A(K)
Tunjung Wibowo, Dr.,Sp.A.,MPH.,MKes
Bidang Pengabdian Masyarakat
Mei Neni Sitaresmi, Dr.,Sp.A(K)
Fauziah, Dr.,Sp.A
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Sasmito Nugroho, Dr.,Sp.A
Lies Indriati, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Ida Safitri, Dr.,Sp.A
Wikan Indarto, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sumatera Selatan

Ketua : Kiagus Yangtjik N., Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : Silvia Triana, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Organisasi
Yulia Iriani, Dr, Sp.A
Abul Khair, Dr, Sp.A
Bidang Ilmiah
Msy. Rita Dewi, Dr, Sp.A(K)
Ria Nova, Dr, Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Rismarini, Dr, Sp.A(K)
Afifa Ramadanti, Dr, Sp.A
Bidang Humas dan Publikasi
Aditiawati, Dr, Sp.A(K)
Hertanti Indah Lestari, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan
Herman Bermawi, Dr, Sp.A(K)
Julius Anzar, Dr, Sp.A

===============================================================

Sulawesi Selatan

Ketua : Herry D. Nawing, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua I : Fith Dahlan, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua II : A. Faridha Mattalatta, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Bob Wahyudin, Dr.,Sp.A
Bendahara I : Hadia Angriani M., Dr.,Sp.A(K)
Bendahara II : Aidah Juliaty, Dr.,Sp.A
Anggota
Nuraeni Azis Sirajuddin, Dr.,Sp.A
Farida Albugis, Dr.,Sp.A
Susaniaty T.S., Dr.,Sp.A
Martira Maddepungeng, Dr.,Sp.A
Yussamsiar Yusran, Dr.,Sp.A
Bambang Haryanto, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah dan Pengembangan Penelitian
Prof.DR. Syarifuddin Rauf, Dr.,Sp.A(K)
Prof.DR. Dasril Daud, Dr.,Sp.A(K)
Bidang Pendidikan dan Latihan
Idham Jaya Ganda, Dr.,Sp.A(K)
Setia Budi Salekede, Dr.,Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Julius Roma, Dr.,Sp.A
Martira Maddepungeng, Dr.,Sp.A
Miskat Rahman, Dr.,Sp.A
Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat
R. Mohammad Hadisubroto, Dr.,SpA
Ema Alasiry, Dr.,Sp.A
Sriwati Palaguna, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Dwi Bahagia Febriany, Dr.,Sp.A.,PhD
Ratna Dewi Artati, Dr.,Sp.A
St. Aizah Lawang, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Prof. Husein Albar, Dr.,Sp.A(K)
Burhanuddin Iskandar, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sulawesi Utara

Ketua : Erling David Kaunang, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Jeanette I.Ch. Manoppo, Dr.,SpA
Sekretaris : Rocky Wilar, Dr.,Sp.A
Bendahara : Audrey Mety Iriani Wahani, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi
Prof. Adrian Umboh, Dr.,Sp.A(K)
Prof. T.H. Rampengan, Dr.,Sp.A(K)
Sukri Djakatara, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah
Prof. Max. F.J. Mantik, Dr.,Sp.A(K)
Hesti Lestari, Dr.,Sp.A
Popi Dumalang, Dr.,Sp.A
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat
Nurhayati Masloman, Dr.,Sp.A(K)
Diana Devi Sondakh, Dr.,Sp.A(K)
Joy Christy Carol Lengkey, Dr.,Sp.A

Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Prof. Sarah M. Warouw, Dr.,Sp.A(K)
Vivikenanda Pateda, Dr.,Sp.A
Marhaeni Hasan, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
A.H. Tangkilisan, Dr.,Sp.A(K)
Ari Lukas Runtunuwu, Dr.,Sp.A(K)
Femmy Tambayong, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sumatera Barat

Ketua : Aumas Pabuti, Dr.,Sp.A, MARS
Wakil Ketua I : AmrinAlkamar, Dr.,SpA
Wakil Ketua II : Metrizal, Dr, Sp.A
Sekretaris : Rusdi, Dr.,Sp.A
Wakil Sekretaris: Finny Fitry Yani, Dr, Sp.A
Bendahara : Eva Chundrayetti, Dr.,Sp.A
Anggota
Iskandar Syarif, Dr, Sp.A(K)
Yorva Sayoeti, Dr, Sp.A(K)
Gustina Lubis, Dr, Sp.A(K)
Marhamah, Dr, Sp.A
I. Gusti Made Afridoni Araditha, Dr, Sp.a

===============================================================

Bali

Penasehat
I Nyoman Sugitha, Dr.,Sp.A
Bagus Ngurah Putu Arhana, Dr.,Sp.A(K)
Ketua : I Wayan Bikin Suryawan, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : I Made Kompiang Gautama, Dr.,Sp.A
Sekretaris : I Gusti Lanang Sidiartha, Dr.,Sp.A
Bendahara : I Made Arimbawa, Dr.,Sp.A
Anggota
I Wayan Retayasa, Dr.,Sp.A(K)
Ni Putu Siadi Purniti, Dr.,Sp.A
Eka Gunawijaya, Dr.,Sp.A
I Made Widiaskara, Dr.,Sp.A
I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Dr.,Sp.A.,SH
I Nyoman Sunarka, Dr.,Sp.A
Anak Agung Ngurah Prayoga, Dr.,Sp.A
I Wayan Dharma Artana, Dr.,Sp.A
I Gusti Ngurah Made Suwarba, Dr.,Sp.A
Sutjahjo Suherman, Dr.,Sp.A

===============================================================

Nangroe Aceh Darussalam

Ketua : M. Sidqi Anwar, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Mulya Safri, Dr.,Sp.A, M.Kes
Sekretaris : Isra Firmansyah, Dr.,Sp.A
Bendahara I : HerlinaDimiati, Dr.,Sp.A(K)
Bendahara II : SyafruddinHaris, Dr, Sp.A
Anggota
Sukardi, Dr, Sp.A
Teuku Razif, Dr, Sp.A
Rusdi Andid, Dr, Sp.a
Cut Dharmawati, Dr, Sp.A
Haris Martha Saputra, Dr, Sp.A
Suradi Umar, Dr, Sp.A
Bidang Pendidikan dan Penelitian
Nurjannah, Dr, Sp.A
Dora Darussalam, Dr, Sp.A
Bidang Pengabdian Maysarakat
Sulaiman Yusuf, Dr, Sp.A
Nurbafri N. Yahya, Dr. Sp.A
Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat
Rostini Yusuf, Dr. Sp.A
Paramitha Yushananta, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Anidar, Dr, Sp.A
T.M. Thaib, Dr, Sp.A, M.Kes
Bidang Informasi dan Komunikasi
Heru Noviat Herdata, Dr, Sp.A
Erliana Malik Miraza, Dr, Sp.A

===============================================================

Riau

Ketua : Riswandi, Dr.,Sp.A, MH
Wakil Ketua : Abdul Muthalib Rambe, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Muhammad Nur, Dr.,Sp.A
Bendahara : Harry mangunsong, Dr.,Sp.A
Anggota
Bidang Ilmiah
Ririe Fachrina Malisie, Dr, Sp.A
Deddy Satriya Putra, Dr, Sp.A
Nazardi Oyong, Dr, Sp.A
Bidang Sosial dan Pengabdian Maysarakat
Elmi Ridar, Dr, Sp.A
Rita Camelia, Dr. Sp.A
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Rahayu Suharmadji, Dr, Sp.A
Evi Kamelia, Dr, Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Yuliati, Dr, Sp.A
Edi Muhammad, Dr, Sp.A

===============================================================

Lampung

Ketua : Amran Harun, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Surachnman, Dr.,Sp.A
Sekretaris : M. Iqbal, Dr.,Sp.A
Bendahara :
Yusnita, Dr.,Sp.A
Soelistyowati Soeprapto, Dr, Sp.A
Anggota
Baruddin Hassim, Dr, Sp.A
Murdoyo Ramanoe, Dr, Sp.A
Farida Thamrin, Dr, Sp.A
Prambudi Rukomono, Dr, Sp.A
M. Masykur Berawi, Dr,Sp.A
Sri Murni Andriani Ritonga, Dr, sp.A, M.Kes

===============================================================

Banten

Ketua : Mahruzzaman Naim, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Arif Nasuiton, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Udjiani Edi Pawitro, Dr.,Sp.A
Bendahara : Henny Herlina, Dr.,Sp.A
Anggota
Maas Musa, Dr.,Sp.A
Khumaedi, Dr.,Sp.A
Djaja Noezoeliastri, Dr.,Sp.A
Irham Zuhdi, Dr.,Sp.A
Shelvi Herwati, Dr.,Sp.A
Niken Pritayati, Dr.,Sp.A
S. Harnel Katin, Dr.,Sp.A
Ari Mulyani, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kalimantan Selatan

Ketua : Dr. Edi Hartoyo, Dr, Sp.A
Wakil Ketua : Syihab Fayumi, Dr, Sp.A
Sekretaris I : Wulandewi Mahaeni, Dr, Sp.A
Sekretaris II : Selli Muljanto, Dr, Sp.A
Bendahara I : Gladys Gunawan, Dr, Sp.A
Bendahara II : Marsintauli H. Siregar, Dr, Sp.A
Bidang Organisasi
Meriah Sembiring, Dr, Sp.A
Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Profesi
DR. Ruslan Muhyi, Dr, Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Indra Widjaja Himawan, Dr, Sp.A
Bidang Hubungan Maysarakat Dan Publikasi
Iskandar Djaja Halim, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
DR. Harapan Parlindungan RR, DR, Sp.A(K)
Ari Prayitno, Dr, Sp.A

===============================================================

Kalimantan Timur

Ketua : Bambang Suasono, Dr, Sp.A
Wakil Ketua : Indra Tamboen, Dr, Sp.A
Sekretaris I : Landelina Lany Tantiyo, Dr, Sp.A
Sekretaris II : Tjan Kok Ming, Dr, Sp.A
Bendahara I : Sudiyana Hasyim, Dr, Sp.A
Bendahara II : Manthurio, Dr, Sp.A
Bidang Organisasi
Syafak Hanung, Dr, Sp.A
Sutardi Sri Wahono,Dr, Sp.A
Bidang Ilmiah
Josef Budi Setiono, Dr, Sp.A
Daniel Susatyo Wirawan, Dr, Sp.A
Nanan Surya Perdana, Dr, Sp.A, M.Kes
Tonny Hartanto, Dr, Sp.A
Bidang Hubungan & Pengabdian Masyarakat
Wisman Herminto, Dr, Sp.A
Made Tirtha Yasa, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Franky Sientoro, Dr, Sp.A
Rudi Mulyono, Dr, Sp.A
Baiq Fatimatuzzahra, Dr, Sp.A


===============================================================

Jambi

Ketua : Pandji Prijadi Budojo, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Irawan Anasta Putra, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Mustarim, Dr.,Sp.A.,MSi
Bendahara : Tri Budiati, Dr.,Sp.A
Anggota
Sutomo Talkah, Dr.,Sp.A
Harnadi Abu Bakar, Dr.,Sp.A
Oscar, Dr.,Sp.A
Y. Joni Uyun, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kepulauan Riau

Ketua : Indrayanti, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Rudi Ruskawan, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Nisya Trinil Asnil, Dr.,Sp.A
Bendahara : Erman, Dr.,Sp.A
Anggota
Leberina Tresia Maria A., Dr.,Sp.A
Retno Murti Laila, Dr.,Sp.A
Iman T. Rachman, Dr.,Sp.A
Wenny Lazdya Taifur, Dr.,Sp.A
Jamar Hasan, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kalimantan Barat

Ketua : Charles Hutasoit, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Ajuar Arif, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Dina Frida, Dr.,Sp.A
Bendahara : Dedet Hidayati, Dr.,Sp.A
Anggota
M. Zurghiban, Dr.,Sp.A
Indra Bangun Hutagalung, Dr.,Sp.A
Robroy Nasution, Dr.,Sp.A
James L. Alvin Sinaga, Dr.,Sp.A
Retno Budihartani, Dr.,Sp.A
Agung Triono, Dr.,Sp.A
Harry Iskandar, Dr.,Sp.A

===============================================================