Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

13 September 2011

JAMSOSTEK

Program Jaminan Hari Tua



Program Jaminan Sosial merupakan program perlindungan yang bersifat dasar bagi tenaga kerja yang bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko-risiko sosial ekonomi, dan merupakan sarana penjamin arus penerimaan penghasilan bagi tenaga kerja dan keluarganya akibat dari terjadinya risiko-risiko sosial dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja.

Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh program tersebut terbatas saat terjadi peristiwa kecelakaan, sakit, hamil, bersalin, cacat, hari tua dan meninggal dunia, yang mengakibatkan berkurangnya atau terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial ini menggunakan mekanisme Asuransi Sosial.


Program Jaminan Hari Tua

Definisi
Program Jaminan Hari Tua ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau hari tua dan diselenggarakan dengan sistem tabungan hari tua. Program Jaminan Hari Tua memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Iuran Program Jaminan Hari Tua:
  • Ditanggung Perusahaan = 3,7%
  • Ditanggung Tenaga Kerja = 2%

Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.

Jaminan Hari Tua akan dikembalikan/dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja:
  • Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap
  • Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan
  • Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/POLRI/ABRI
Tata Cara Pengajuan Jaminan
1.      Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 Jamsostek kepada kantor Jamsostek setempat dengan melampirkan:
a.       Kartu peserta Jamsostek (KPJ) asli
b.       Kartu Identitas diri KTP/SIM (fotokopi)
c.       Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial
d.       Surat pernyataan belum bekerja di atas materai secukupnya
e.       Kartu Keluarga (KK)
2.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan Surat Keterangan Dokter
3.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan:
a.       Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
b.       Photocopy Paspor
c.       Photocopy VISA
4.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 thn dilampiri:
a.       Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan
b.       Photocopy Kartu keluarga
5.     Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 thn telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu 1 (satu) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja, dilampiri dengan:
a.       Photocopy surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan
b.       Surat pernyataan belum bekerja lagi
c.      Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil/POLRI/ABRI

Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut PT Jamsostek (Persero) melakukan pembayaran JHT

12 March 2011

Ikatan Dokter Anak Indonesia

source IDAI WEBSITE



Cikal bakal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dibentuk pada tanggal 14 Juni 1954, bertepatan dengan ulang tahun Dr. Sudjono D. Pusponegoro dan Prof. Sutedjo. Sebagai ketua IDAI pertama (1954-1968) adalah Prof.Dr. Sudjono D. Pusponegoro dengan anggota pengurus Prof. M.D. Hidayat, Dr. Sutedjo, Dr. Te Bek Siang, Dr. Ismangoen, Dr. Kwari Satjadibrata, Dr. Kho Ling Keng, dan Dr. Jo Kian Tjaij. 
Ketua IDAI selanjutnya adalah :

  • Prof. Sutedjo I (1968 - 1974),
  • Prof. R.O. Odang (1974 - 1977),
  • Dr. A.H. Markum (1978 - 1981),
  • Dr. Sofyan Ismael (1981 - 1984),
  • Dr.Sumarmo Poorwo Soedarmo (1984 - 1987),
  • Prof.Dr. A.H. Markum (1987 - 1989),
  • Dr, Asril Aminullah (1989 - 1990, karena Prof. A.H. Markum wafat 1989),
  • Dr. M. Hardjono Abdoerrachman (1990 - 1993),
  • Dr. Asril Aminullah (1993 - 1996),
  • Dr. Noenoeng Rahajoe (1996 - 1999),
  • Dr. Jose Rizal Latif Batubara (1999 - 2002),
  • Dr. Hardiono D. Pusponegoro (2002 - 2005),
  • Dr. Sukman Tulus Putra (2005 - 2008), dan
  • Dr. Badriul Hegar (2008 - 2011).
IDAI adalah satu-satunya organisasi profesi Dokter Spesialis Anak Indonesia yang bernaung di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam bahasa Inggris IDAI disebut dengan Indonesian Pediatrics Society. IDAI berasaskan Pancasila, bertujuan ikut serta meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan anak, mengembangkan ilmu kesehatan anak, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Untuk mencapai tujuannya IDAI membantu pemerintah dalam membina dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak, berpartisipasi aktif dalam penelitian kesehatan anak dan kesejahteraan anak, memberikan pengarahan, pembinaan, dan melaksanakan pendidikan ilmu kesehatan anak, meningkatkan kemampuan profesi dokter spesialis anak, menjalin kerjasama dengan organisasi dokter spesialis anak regional dan internasional, organisasi kesehatan dan kesejahteraan anak lain, di samping mempersatukan, memperjuangkan dan memelihara kepentingan/ kedudukan dokter spesialis anak Indonesia. Masa bakti Pengurus Pusat IDAI adalah selama 3 tahun, dengan sekretariat berkedudukan di ibukota Republik Indonesia. Anggota IDAI berkewajiban menjunjung tinggi dan mengamalkan sumpah dokter dan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IDAI, peraturan dan keputusan IDAI. Sampai KONIKA XIV tahun 2008 di Surabaya, Jawa Timur, jumlah anggota IDAI yang terdaftar resmi sebanyak 2305 orang.

Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak (KONIKA) adalah badan legislatif tertinggi di dalam organisasi IDAI, karena merupakan forum musyawarah utusan IDAI Cabang, Pengurus Pusat IDAI beserta semua jajarannya, dan Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (Kolegium IKAI). Sidang KONIKA terdiri dari sidang organisasi dan sidang ilmiah. KONIKA diadakan sekali dalam 3 tahun, tetapi dalam keadaan mendesak, KONIKA dapat diselenggarakan atas usul Pengurus Pusat IDAI, Pengurus Nasional Kolegium IKAI, atau salah satu IDAI Cabang dengan persetujuan dari sekurang-kurangnya duapertiga jumlah IDAI Cabang dan Pengurus Nasional Kolegium IKAI.

Sidang organisasi KONIKA dilakukan untuk menyempurnakan AD-ART dan Renstra, menilai pertanggungan jawab Pengurus Pusat IDAI dan Kolegium IKAI, memilih ketua umum Pengurus Pusat IDAI dan ketua Kolegium IKAI, menilai dan menetapkan IDAI Cabang baru, menetapkan keanggotaan, menentukan tempat KONIKA dan PIT berikut, menetapkan uang pangkal, iuran langganan Pediatrica Indonesiana, Sari Pediatri, dan ketentuan yang berhubungan dengan profesi, serta membahas dan merumuskan masalah ilmu kesehatan anak dengan memperhatikan Renstra.

KONIKA I diselenggarakan pada tanggal 12-15 April 1968 di Semarang, KONIKA II di Bandung (21-25 April 1971), sedangkan KONIKA III di Surabaya pada tanggal 1-6 Juli 1974. KONIKA IV dengan tema "Peningkatan pelayanan kesehatan anak dalam masyarakat" diselenggarakan di Yogyakarta (21-25 Mei 1978), KONIKA V diselenggarakan di Medan, dengan tema "Tumbuh kembang sempurna masa depan cemerlang" (14-18 Juni 1981), dan KONIKA VI di Denpasar (6-19 Juli 1984) dengan tema "Kesehatan anak masa kini menjamin kesejahteraan bangsa masa depan". KONIKA VII diselenggarakan di Jakarta (11-15 September 1987) dengan tema "Memantapkan kesehatan anak mempersiapkan era tinggal landas". KONIKA VIII di Ujung Padang (11-14 September 1990) dengan tema "Meningkatkan kualitas anak menunjang pembangunan bangsa". KONIKA IX di Semarang (13-16 Juni 1993) dengan tema "Memantapkan kualitas perlindungan anak menunjang pembangunan nasional jangka panjang II", KONIKA X di Bukittinggi (16-20 Juni 1996) dengan tema "Meningkatkan profesionalisme IDAI untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas", sedangkan KONIKA XI diselenggarakan di Jakarta tanggal 4-7 Juli 1999 dengan tema "Mempersiapkan dan mengantar anak Indonesia memasuki abad 21". KONIKA XII diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni - 4 Juli 2002 dengan tema "Improving professionalism in health science and technology for implementation of the child right and protection in Indonesia", bersamaan dengan kongres 11th ASEAN Pediatric Federation Conference (APFC) dengan tema "Improving adolescent health for future human resources". KONIKA XIII diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 4-7 Juli 2005, dengan tema: Pendekatan ilmiah kesehatan anak dan pencegahannya dari ilmu dasar ke aplikasi klinis dan komunitas. KONIKA XIV diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 5-9 Juli 2008, dengan tema: "Competence-based professionalisme in Pediatrics."

Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak
Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Kesehatan Anak (PIT IKA) dilaksanakan pertama kali di Palembang pada tanggal 25-27 Juni 2001. PIT IKA II diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau pada tanggal 12-14 Juli 2004, denagn tema: "Hot topic in pediatric". PIT IKA III diselenggarakan di Yogayakarta pada tanggal 5-9 Mei 2007 dengan tema: "Peningkatan penelitian oleh dokter spesialis anak dari molekuler hingga komunitas dengan memperhatikan bioetika" dan PIT IKA IV diselenggarakan di Medan pada tanggal 20 - 24 Februari 2010 dengan tema 'The role of pediatricians to achieve MDG's 2015'.

IDAI Cabang
IDAI Cabang dapat dibentuk di propinsi yang sedikitnya mempunyai sepuluh anggota tetapi pada setiap propinsi hanya boleh dibentuk satu IDAI Cabang. IDAI Cabang mulai dibentuk pada tahun 1971 di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ketua IDAI Cabang Jakarta yang pertama adalah Dr. L.A. Tamaela. Ketua pertama IDAI Cabang Jawa Tengah adalah Dr. Moeljono S. Trastotenojo, dan IDAI Cabang Jawa Timur dengan ketua yang pertama Prof. Kwari Satjadibrata.

Di luar Jawa, IDAI Cabang yang pertama terbentuk adalah IDAI Cabang Sumatera (1972) yang berpusat di Medan, dengan ketua Dr. Sjarikat Tarigan. Selanjutnya pada tahun 1974 dibentuk IDAI Cabang Jawa Barat dan IDAI Cabang D.I. Yogyakarta. Sebagai Ketua IDAI Cabang Jawa Barat adalah Prof. Sugiri dan IDAI Cabang D.I. Yogyakarta diketuai oleh Dr. Ismangoen.

Untuk mempermudah koordinasi anggotanya, pada tahun 1978 IDAI Cabang Sumatera dipecah menjadi IDAI Cabang Sumatera Selatan dan Tengah (Sumselteng) serta IDAI Cabang Sumatera Utara. IDAI Cabang Sumselteng diketuai oleh Prof. Goepito, sedangkan IDAI Cabang Sumatera Utara tetap diketuai oleh Dr. Sjarikat Tarigan. Pada tahun 1979 dibentuk IDAI Cabang Sulawesi Selatan dengan ketua Dr. M. Farid, sedangkan IDAI Cabang Sulawesi Utara diresmikan pada tahun 1981 dengan ketua Dr. J.M. Wantania. Pada tahun 1984 IDAI Cabang Sumselteng dipisah menjadi IDAI Cabang Sumatera Selatan (termasuk Lampung dan Bengkulu) dan IDAI Cabang Sumatera Barat (termasuk Jambi dan Riau). IDAI Cabang Sumatera Selatan diketuai oleh Dr. Rusdi Ismail, sedangkan ketua IDAI Cabang Sumatera Barat adalah Dr. Sjamsir Daili. Pada tahun 1987. IDAI Cabang Bali dibentuk dengan memisahkan diri dari IDAI Cabang Jawa Timur yang diketuai oleh Dr. Sudaryat Suraatmadja. IDAI Cabang D.I. Aceh diresmikan pada KONIKA X (1996) di Bukittinggi, dengan ketua pertama Dr. Roestini Yusuf. Pada KONIKA XII di Bali, diresmikan juga 4 IDAI Cabang yang baru yaitu IDAI Cabang Riau dengan ketua Dr. Zaimi Zet, IDAI Cabang Lampung dengan ketua Dr. Ruskandi M., IDAI Cabang Banten dengan ketuanya Dr. Syartil Arfan NZ, dan IDAI Cabang Kalimantan Selatan dengan ketuanya Dr. Ari Yunanto. IDAI Cabang D.I. Aceh berganti nama menjadi IDAI Cabang Nangroe Aceh Darussalam.

Pada KONIKA XIII 2005 di Bandung, disahkan terbentuknya IDAI Cabang Kalimantan Timur dengan ketuanya Dr. Bambang Suasono. Pada saat KONIKA XIV 2008 di Surabaya, disahkan 3 IDAI cabang baru, yaitu IDAI Cabang Jambi dengan ketuanya Dr. Pandji Prijadi Budojo, IDAI Cabang Kepulauan Riau dengan ketuanya Dr. Indra Yanti, dan IDAI Cabang Kalimantan Barat dengan ketuanya Dr. Charles E Hutasoit. Pada KONIKA X 1996 di Bukittinggi, tercatat IDAI mempunyai 1008 orang anggota yang tersebar di 12 IDAI Cabang dengan masing-masing anggota yang terdaftar yaitu: IDAI Cabang D.I. Aceh 12 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 90 orang, IDAI Cabang Sumatara Barat 39 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 37 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 128 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 305 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 115 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 36 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 155 orang, IDAI Cabang Bali 26 orang, IDAI Cabang Sulawesi Selatan 40 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Utara 25 orang. Pada saat KONIKA XI 1999 di Jakarta, IDAI mempunyai 12 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1200 orang yang tersebar di IDAI Cabang D.I.Aceh 16 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 82 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 58 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 58 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 369 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 138 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 133 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 40 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 194 orang, IDAI Cabang Bali 48 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 21 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 43 orang.

Pada saat KONIKA XII 2002 di Nusa Dua, Bali, IDAI mempunyai 16 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1388 orang yang tersebar di IDAI Cabang D.I. Aceh 22 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 88 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 56 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 65 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 405 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 183 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 168 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 57 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 216 orang, IDAI Cabang Bali 36 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 30 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 62 orang. Pada saat KONIKA XIII 2005 di Bandung, Jawa Barat, IDAI mempunyai 17 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 1711 orang yang tersebar di 17 IDAI Cabang, yaitu IDAI Cabang D.I. Aceh 12 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 101 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 36 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 60 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 490 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 201 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 160 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 71 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 229 orang, IDAI Cabang Bali 72 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 42 orang, dan IDAI Cabang Sulawesi Selatan 72 orang, IDAI Cabang Riau 44 orang, IDAI Cabang Lampung 21 orang, IDAI Cabang Banten 20 orang, IDAI Cabang Kalimantan Selatan 34 orang, dan IDAI Cabang Kalimantan Timur 34 orang.

Pada saat KONIKA XIV 2008 di Surabaya, Jawa Timur, disahkan 3 IDAI cabang yang baru, sehingga pada KONIKA XIV 2008 di Surabaya, IDAI mempunyai 20 cabang dengan jumlah anggota yang tercatat sebanyak 2305 orang yang tersebar di 20 IDAI Cabang, yaitu IDAI Cabang D.I. Aceh 33 orang, IDAI Cabang Sumatera Utara 127 orang, IDAI Cabang Sumatera Barat 46 orang, IDAI Cabang Sumatera Selatan 89 orang, IDAI Cabang DKI Jakarta 620 orang, IDAI Cabang Jawa Barat 302 orang, IDAI Cabang Jawa Tengah 221 orang, IDAI Cabang D.I. Yogyakarta 102 orang, IDAI Cabang Jawa Timur 268 orang, IDAI Cabang Bali 102 orang, IDAI Cabang Sulawesi Utara 61 orang, IDAI Cabang Sulawesi Selatan 101 orang, IDAI Cabang Riau 44 orang, IDAI Cabang Lampung 25 orang, IDAI Cabang Banten 49 orang, IDAI Cabang Kalimantan Selatan 36 orang, IDAI Cabang Kalimantan Timur 36 orang, IDAI Cabang Kepulauan Riau 18 orang, IDAI Cabang Jambi 12 orang, dan IDAI Cabang Kalimantan Barat 13 orang.

Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia
Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia (Kolegium IKAI) adalah badan eksekutif IDAI yang bertugas untuk mengemban tujuan IDAI dalam bidang pendidikan. Cikal bakal Kolegium IKAI dimulai pada saat KONIKA III di Surabaya (1974) dengan nama Dewan Penilai Keahlian (DPK), diketuai oleh Prof. Kwari Satjadibrata (1974-1978) dan sekretaris Dr. IGN. Gde Ranuh. Dalam KONIKA IV 1978 di Yogyakarta, DPK berganti nama menjadi MPKK (Majelis Pembina dan Penilai Keahlian) dengan ketua Dr. IGN. Ranuh (1978 –1984). Pada tahun 1981 MPPK diubah menjadi MPPKKA (Majelis Pembina dan Penilai Keahlian Kesehatan Anak) dengan ketua pengurus harian Prof.DR. Iskandar Wahidiyat (1984-1990) dan sejak tahun 1990 MPPKKA diubah menjadi MPPDS (Majelis Pembina dan Penilai Dokter Spesialis) dengan ketua Prof. Sofyan Ismael (1993-1999). Nama dan organisasi MPPDS resmi diubah (ditransformasi) menjadi Kolegium IKAI pada KONIKA-XI, 1999 di Jakarta dengan ketuanya Prof. Dr. Asril Aminullah. Kolegium IKAI terdiri dari ketua Departemen/Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Negeri, Ketua Program Studi Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak (IPDSA), wakil guru besar, dan 4-5 orang dokter spesialis anak konsultan pakar pendidikan yang ditunjuk oleh Ketua Kolegium IKAI. Ketua Kolegium IKAI dikukuhkan oleh sidang organisasi Kongres Ilmu Kesehatan Anak. Pada tahun 2005 pada saat KONIKA XIII di Bandung, Dr. Arwin. A.P. Akib, Sp.A(K) terpilih sebagai ketua Kolegium IKAI periode 2005-2008. Pada tahun 2008 pada saat KONIKA XIV di Surabaya, Dr. Bambang Supriyatno, Sp.A(K) ditetapkan sebagai ketua Kolegium IKAI periode 2008-2011.

Kolegium IKAI berperan aktif dalam menyusun, menetapkan, menilai, dan menyempurnakan kurikulum, persyaratan dasar pengembangan pendidikan serta mengevaluasi pendidikan dokter spesialis I dan II Ilmu Kesehatan Anak (IKA) di tingkat nasional. Selain itu Kolegium IKAI memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar IPDSA dapat diakui atas dasar penilaian Kolegium IKAI, menetapkan persyaratan penilaian keahlian melalui komite penguji nasional, pengakuan dan penerimaan lulusan pendidikan dokter spesialis I dan II Ilmu Kesehatan Anak, menilai program adaptasi dokter spesialis anak lulusan luar negeri, administrasi ijazah untuk didaftarkan pada Majelis Dokter Spesialis IDI serta menilai dan membina kemampuan serta pengamalan anggota IDAI dalam hal keahlian ilmu kesehatan anak.

Kurikulum pendidikan dokter spesialis anak pertama kali disusun dan diresmikan pada tahun 1976, kemudian disempurnakan pada tahun 1978 dan 1990. Hasil karya MPPDS antara lain buku panduan (petunjuk pelaksanaan kurikulum 1990), kriteria pengakuan dan jalur pengukuhan dokter spesialis anak dan dokter spesialis anak konsultan, evaluasi nasional, badan penguji nasional dan komisi penguji nasional, buku ajar dokter spesialis anak, prosedur baku pelayanan ilmu kesehatan anak, Institusi Pendidikan Dokter Spesialis Anak Konsultan, pendidikan kedokteran berkelanjutan, Buku 60 tahun Pendidikan Dokter Spesialis Anak Indonesia, dan pengembangan Pusat Unggulan.

Susunan Kolegium IKAI terdiri dari : (1) Sidang Pleno Kolegium IKAI, (2) Pengurus Nasional Kolegium IKAI, (3) Pengurus Harian Kolegium IKAI, (4) Komisi-komisi sebagai badan pelengkap Kolegium IKAI (Komisi Kurikulum, Komisi Evaluasi, Komisi Akreditasi, Komisi Pengembangan dan Pembinaan). Selain komisi, dapat juga dibentuk subkomisi sesuai dengan keperluan

Unit Kerja Koordinasi
Unit Kerja Koordinasi (UKK) adalah badan pelengkap IDAI untuk membina dan mengembangkan subspesialisasi ilmu kesehatan anak, memberikan saran dan petunjuk kepada Pengurus Pusat IDAI dalam kegiatan ilmiah sesuai bidangnya, serta berperan sebagai nara sumber dalam pertemuan ilmiah nasional, regional, maupun internasional. Sebelum ada UKK, beberapa cabang ilmu kesehatan anak membentuk pelbagai badan kerjasama, antara lain Badan Kerjasama Gastroenterologi Anak Indonesia (BKGAI), Badan Kerjasama Neonatologi Indonesia (BKNI), Badan Kerjasama Nefrologi Anak Indonesia (BKNAI), dan Badan Kerjasama Pulmonologi Anak Indonesia (BKPAI). Pimpinan dan para penasehat IDAI waktu itu mengkhawatirkan perkembangan tersebut justru akan melemahkan IDAI dan mengganggu jalannya pelbagai program IDAI.

Untuk itu pada KONIKA-IV 1978 di Yogyakarta disepakati agar setiap subdisiplin dalam ilmu kesehatan anak, membentuk wadah di dalam IDAI yang disebut sebagai Unit Kerja Koordinasi (UKK). Badan kerjasama kemudian dibubarkan dan diubah menjadi UKK, kecuali BKGAI yang bersifat multidisipliner. Keputusan ini terbukti sangat tepat, sehingga sampai sekarang ini perkembangan subdisiplin ilmu kesehatan anak tetap kukuh bersatu tidak terpecah belah.

Pada KONIKA-IV (Yogyakarta 1978) disahkan berdirinya UKK Gastroenterologi, UKK Neonatologi, UKK Pediatri Sosial, UKK Pulmonologi, dan UKK Nefrologi. Pada KONIKA V (Medan 1981) disahkan UKK Neurologi, UKK Hematologi, UKK Gizi, dan UKK Kardiologi. Pada KONIKA VI (Denpasar 1984) disahkan UKK Pediatri Gawat Darurat, UKK Infeksi dan Penyakit Tropis, sedangkan dalam KONIKA VII (Jakarta 1987) tidak ada pembentukan UKK baru. Pada KONIKA VIII (Ujungpandang 1990) disahkan berdirinya UKK Endokrinologi, UKK Pencitraan, dan UKK Alergi Imunologi.

Selama periode 1987 – 1990 kegiatan UKK difokuskan untuk penyempurnaan katalog Pendidikan Dokter Spesialis Anak 1978 dan pelaksanaan penelitian multisenter. Selain itu beberapa UKK telah pula membuat kurikulum dokter spesialis anak konsultan dan sekolah dokter spesialis anak konsultan yang dianggap sebagai jenjang tertinggi dalam profesi ilmu kesehatan Anak, yang mulai dikembangkan di dalam Rapat Kerja IDAI 1982 di Bukittinggi.

Sampai tahun 1997 Pengurus Pusat IDAI mempunyai 14 UKK yaitu: Gastrohepatologi, Neonatologi, Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial, Pulmonologi, Nefrologi, Neurologi, Hematologi, Gizi, Kardiologi, Pediatri Gawat Darurat, Infeksi & Penyakit Tropis, Endokrinologi, Pencitraan, dan Alergi Imunologi. Pada Rapat Kerja IDAI tanggal 17-20 Oktober 20002 di Hotel Shangrila Jakarta, telah ditetapkan perubahan nama UKK Hematologi menjadi UKK Hematologi Onkologi dan UKK Gizi menjadi UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pada KONIKA XIII 2005 Bandung, UKK Pulmonologi berganti nama menjadi UKK Respirologi. Sampai dengan KONIKA XIII 2005, IDAI mempunyai 14 UKK.

Satuan Tugas (Satgas)
Satgas mempunyai kegiatan diluar lingkup UKK yang melibatkan lebih dari 1 UKK
  • Satgas Imunisasi
  • Satgas HIV
  • Satgas Farmasi Pediatrik
  • Satgas Anemia Defisiensi Besi
  • Satgas Bencana dan Keadaan Luar Biasa
  • Satgas Penelitian dan Pengembangan Sumber Data Manusia
  • Satgas ASI
  • Satgas Perlindungan Anak
  • Satgas Remaja
Komite Continuing Profesional Development (CPD)
Komite CPD bertugas melaksanakan dan menyusun kegiatan CPD, menetapkan nilai akreditasi, dan tata cara pemberian angka kredit profesi.

Badan Pertimbangan Pengurus Pusat (BP3)
BP3 membantu tugas serta memberikan saran dan pertimbangan kepada Pengurus Pusat IDAI.

Badan Pembinaan dan Pembelaan Anggota (BP2A)
BP2A bertugas melakukan pembinaan, bimbingan hukum dan kode etik kedokteran, serta pembelaan terhadap anggota yang mempunyai masalah yang berkaitan dengan profesi kedokteran.

Badan Penerbit
Badan Penerbit IDAI adalah badan pelengkap yang bertugas melaksanakan semua penerbitan IDAI, bersama Kolegium IKAI dan IDAI Cabang memotivasi dan membantu anggota IDAI untuk meningkatkan penulisan ilmiah, serta mengadakan kerjasama, tukar menukar majalah dengan penerbitan dalam dan luar negeri.

Penerbitan di kalangan IDAI dimulai tahun 1960 berjudul Berita Anak, dengan redaktur Prof. Te Bek Siang dibantu Dr. Samsudin, yang sempat terbit 3 kali. Sejak tahun 1961 terbit jurnal Ilmu Kesehatan Anak, Paediatrica Indonesiana yang berbahasa Inggris, dengan pemimpin redaksi Prof. Sutedjo sampai tahun 1975, yang terbit 6 kali setahun sampai sekarang.

Sejak KONIKA III 1974 di Surabaya, dibentuk Majelis Majalah (diketuai Dr. Samsudin) yang membawahi penerbitan di dalam IDAI. Pada KONIKA VIII 1990 (di Ujung Pandang), Majelis Majalah diubah menjadi Badan Penerbit IDAI sampai sekarang. Badan penerbit menerbitkan 3 majalah IDAI yaitu Paediatrica Indonesiana, Sari Pediatri, dan Buletin IDAI. Paediatrica Indonesiana diterbitkan pertama kali pada tahun 1974. Pada Januari 1994 diterbitkan Sari Pediatri yang berbahasa Indonesia, terbit 4 kali setahun, untuk menyebarluaskan teori, konsep, serta kemajuan di bidang pediatri kepada dokter spesialis anak dan dokter umum di seluruh Indonesia. Buletin IDAI terbit sejak tahun 1998, sebagai media komunikasi dan informasi antar anggota IDAI yang berisi berita organisasi, tentang anggota, artikel ilmiah ringan dan artikel lain yang berhubungan dengan IDAI dan kesehatan anak.

Logo dan Himne
Logo IDAI disahkan dalam KONIKA VII di Jakarta pada tahun 1987. Gambar utama logo berupa kuncup bunga yang sedang mekar berwarna hijau, yang melambangkan kesuburan dan harapan agar anak dapat bertumbuh serta berkembang dengan baik. Gambar kedua adalah gambar ular yang melilit tongkat dengan dasar yang berwarna kuning, lambang kemuliaan, yang mencerminkan ilmu dan teknologi kedokteran sebagai salah satu unsur utama ilmu kesehatan anak. Untaian kata Ikatan Dokter Anak Indonesia, yakni nama organisasi yang merupakan wadah tunggal bagi dokter spesialis anak di Indonesia. Bersamaan dengan peresmian logo tersebut, diresmikan pula himne IDAI ciptaan N. Simanungkalit.

Penghargaan IDAI
IDAI memberikan 5 jenis penghargaan kepada dokter spesialis anak yang berprestasi dalam bidang kesehatan anak. Penghargaan R. Sutedjo diberikan kepada anggota IDAI yang prestasi kemasyarakatannya menonjol dalam bidang kesehatan anak. Penghargaan R. Kwari Satjadibrata untuk anggota IDAI yang prestasi keilmuannya menonjol. Penghargaan A.H. Markum untuk anggota IDAI yang penulisan ilmiahnya mencapai prestasi tinggi. Penghargaan Mas Hidayat untuk lembaga atau perorangan bukan dokter spesialis anak yang berprestasi/berjasa dalam kesehatan anak, sedangkan penghargaan kehormatan IDAI diberikan kepada anggota IDAI yang telah berjasa mengembangkan organisasi IDAI. Selain itu, pada keadaan tertentu misalnya bencana alam, diberikan juga penghargaan khusus bagi anggota IDAI yang memberikan sumbangan luar biasa.


Pengurus Pusat IDAI



Ketua Umum :
Badriul Hegar, Dr.,Sp.A(K)

Ketua I (Bidang Organisasi) :
Bambang Tridjaja AAP., Dr.,Sp.A(K).,MMPaed

Ketua II (Bidang Ilmiah) :
Antonius H. Pudjiadi, Dr.,Sp.A(K)

Ketua III (Bidang Pengabdian dan Hubungan Masyarakat) :
DR. Rini Sekartini, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris Umum :
Sudung O. Pardede, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris I (Bidang Organisasi) :
Piprim B. Yanuarso, Dr.,Sp.A

Sekretaris II (Bidang Ilmiah) :
Setyo Handryastuti, Dr.,Sp.A(K)

Sekretaris III (Bidang Pengabdian dan Hubungan Masyarakat) :
Dyah Farida Amirani, Dr.,Sp.A

Bendahara :
Mulya Rahma Karyanti, Dr.,Sp.A

Anggota :
Soedjatmiko, Dr.,Sp.A(K).,MSi
Irawan Mangunatmadja, Dr.,Sp.A(K)
Adi Utomo Suardi, Dr.,Sp.A(K)
Soeroyo Machfudz, Dr.,Sp.A(K)
Ferdy Panusunan Harahap, Dr.,Sp.A
Yuli Yafri Razak, Dr.,Sp.A


IDAI  CABANG

DKI Jakarta

Ketua : Dr. Aryono Hendarto, Sp.A(K)
Sekretaris : Dr. Adji Suranto, Sp.A
Bidang Organisasi
Dr. Ade D. Pasaribu, Sp.A
Dr. Eka Laksmi, Sp.A
Bidang Ilmiah
DR.Dr. Hanifah Oswari, Sp.A(K)
Dr. Pratiwi Andayani, Sp.A
Bidang Pengabdian Masyarakat
Dr. Budi Purnomo, Sp.A
Dr. Daniel Effendi, Sp.A.
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Dr. Martani W. Rakun, Sp.A
Dr. Bernie Endyarni, Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K)
Dr. Muzal Kadim, Sp.A

===============================================================

Jawa Tengah

Ketua : Bambang Sudarmanto, Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : M. Heru Muryawan, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi 
M. Sholeh Kosim, Dr.,Sp.A(K)
Trimulyo, Dr.,Sp.A
Suluri Burhan, Dr.,Sp.A
Bidang Pengembangan, Penelitian dan Pendidikan
DR. Bambang Soebagyo, Dr.,Sp.A(K)
M. Supriyatna Toto Saputro, Dr.,Sp.A
Anindita Soetadji., Dr.,Sp.A
Bidang Pelayanan & Pengabdian Masyarakat
Fitri Hartanto, Dr.,Sp.A
Anang Pranowo, Dr.,Sp.A
Pujiastuti, Dr.,Sp.A
Herry Susanto, Dr.,Sp.A
Rini Pratiwi, Dr.,Sp.A
Heru Wahyono, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan 
Rudy Susanto, Dr.,SpA(K)
MMDEAH Hapsari, Dr.,Sp.A(K)
Yulidar Hafidh, Dr.,Sp.A(K)



===============================================================

Jawa Timur

Ketua : Sjamsul Arief, Dr.,Sp.A(K).,MARS
Sekretaris : Gani Wangunhardjo, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi
Agus Harianto, Dr.,Sp.A(K)
Setya Budhy, Dr.,Sp.A(K)
M. Effendy  Reksodihardjo, Dr.,Sp.A
Muhammad Faizi, Dr.,Sp.A
Hari Kushartono, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Pengembangan, Penelitian & Pendidikan
Fatimah Indarso, Dr.,Sp.A(K)
DR. Anang Endaryanto, Dr.,Sp.A(K)
DR. IGM. Reza Gunadi Ranug, Dr.,Sp.A(K)
Dwiyanti Puspitasari, Dr.,Sp.A
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat
Ahmad Suryawan, Dr.,Sp.A(K)
Hamid Nawawi, Dr.,Sp.A
Sasongko, Dr.,Sp.A
Susanto Nugroho, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Prof. Bambang Permono, Dr.,Sp.A(K)
Prof.DR. Ismoedijanto, Dr.,Sp.A(K)
Widodo Darmowandowo, Dr.,Sp.A(K)
Abdul Latief Azis, Dr.,Sp.A(K)

===============================================================

Sumatera Utara

Ketua : Prof. Guslihan Dasa Tjipta, Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : Bugis Mardina Lubis, Dr.,Sp.A
Anggota
Prof. Chairuddin P. Lubis, Dr.,Sp.A(K).,DTM&H
Prof. Chairul Yoel, Dr.,Sp.A(K)
Prof. Munar Lubis, Dr.,Sp.A(K)
Azwan Hakmi Lubis, Dr.,Sp.A.,MKes
Terapul Tarigan, Dr.,Sp.A(K)
Agusnadi Talah, Dr.,Sp.A
Charles Siregar, Dr.,Sp.A

===============================================================

Jawa Barat

Ketua : Armijn Firman, Dr.,Sp.A
Sekretaris : DR. Sri Endah Rahayuningsih, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah dan Diklat
DR. Kusnandi Rusmil, Dr.,Sp.A(K).,MM
DR. Dany Hilmanto, Dr.,Sp.A(K)
Budi Setiabudiawan, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat 
Eddy Fadlyana, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes
Wedi Iskandar, Dr.,Sp.A
Anggraeni Alam, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan 
Ina Rosalina, Dr.,Sp.A(K).,M.Kes.,MH.Kes
Suzy Irawati Sjahid, Dr.,Sp.A.,MSc
Diah Asri Wulandari, Dr.,Sp.A

===============================================================

DI Yogyakarta

Ketua : Roni Naning, Dr.,Sp.A(K).,MKes
Sekretaris : Dwi Kisworo Setyowireni, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Organisasi
Suryono Yudha Patria, Dr.,Sp.A.,PhD
Sri Aminah, Dr.,Sp.A

Bidang Ilmiah
Sumadiono, Dr.,Sp.A(K)
Tunjung Wibowo, Dr.,Sp.A.,MPH.,MKes
Bidang Pengabdian Masyarakat
Mei Neni Sitaresmi, Dr.,Sp.A(K)
Fauziah, Dr.,Sp.A
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Sasmito Nugroho, Dr.,Sp.A
Lies Indriati, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Ida Safitri, Dr.,Sp.A
Wikan Indarto, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sumatera Selatan

Ketua : Kiagus Yangtjik N., Dr.,Sp.A(K)
Sekretaris : Silvia Triana, Dr.,Sp.A(K)

Bidang Organisasi
Yulia Iriani, Dr, Sp.A
Abul Khair, Dr, Sp.A
Bidang Ilmiah
Msy. Rita Dewi, Dr, Sp.A(K)
Ria Nova, Dr, Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Rismarini, Dr, Sp.A(K)
Afifa Ramadanti, Dr, Sp.A
Bidang Humas dan Publikasi
Aditiawati, Dr, Sp.A(K)
Hertanti Indah Lestari, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan
Herman Bermawi, Dr, Sp.A(K)
Julius Anzar, Dr, Sp.A

===============================================================

Sulawesi Selatan

Ketua : Herry D. Nawing, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua I : Fith Dahlan, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua II : A. Faridha Mattalatta, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Bob Wahyudin, Dr.,Sp.A
Bendahara I : Hadia Angriani M., Dr.,Sp.A(K)
Bendahara II : Aidah Juliaty, Dr.,Sp.A
Anggota
Nuraeni Azis Sirajuddin, Dr.,Sp.A
Farida Albugis, Dr.,Sp.A
Susaniaty T.S., Dr.,Sp.A
Martira Maddepungeng, Dr.,Sp.A
Yussamsiar Yusran, Dr.,Sp.A
Bambang Haryanto, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah dan Pengembangan Penelitian
Prof.DR. Syarifuddin Rauf, Dr.,Sp.A(K)
Prof.DR. Dasril Daud, Dr.,Sp.A(K)
Bidang Pendidikan dan Latihan
Idham Jaya Ganda, Dr.,Sp.A(K)
Setia Budi Salekede, Dr.,Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Julius Roma, Dr.,Sp.A
Martira Maddepungeng, Dr.,Sp.A
Miskat Rahman, Dr.,Sp.A
Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat
R. Mohammad Hadisubroto, Dr.,SpA
Ema Alasiry, Dr.,Sp.A
Sriwati Palaguna, Dr.,Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Dwi Bahagia Febriany, Dr.,Sp.A.,PhD
Ratna Dewi Artati, Dr.,Sp.A
St. Aizah Lawang, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Prof. Husein Albar, Dr.,Sp.A(K)
Burhanuddin Iskandar, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sulawesi Utara

Ketua : Erling David Kaunang, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Jeanette I.Ch. Manoppo, Dr.,SpA
Sekretaris : Rocky Wilar, Dr.,Sp.A
Bendahara : Audrey Mety Iriani Wahani, Dr.,Sp.A
Bidang Organisasi
Prof. Adrian Umboh, Dr.,Sp.A(K)
Prof. T.H. Rampengan, Dr.,Sp.A(K)
Sukri Djakatara, Dr.,Sp.A
Bidang Ilmiah
Prof. Max. F.J. Mantik, Dr.,Sp.A(K)
Hesti Lestari, Dr.,Sp.A
Popi Dumalang, Dr.,Sp.A
Bidang Hubungan dan Pengabdian Masyarakat
Nurhayati Masloman, Dr.,Sp.A(K)
Diana Devi Sondakh, Dr.,Sp.A(K)
Joy Christy Carol Lengkey, Dr.,Sp.A

Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Prof. Sarah M. Warouw, Dr.,Sp.A(K)
Vivikenanda Pateda, Dr.,Sp.A
Marhaeni Hasan, Dr.,Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
A.H. Tangkilisan, Dr.,Sp.A(K)
Ari Lukas Runtunuwu, Dr.,Sp.A(K)
Femmy Tambayong, Dr.,Sp.A

===============================================================

Sumatera Barat

Ketua : Aumas Pabuti, Dr.,Sp.A, MARS
Wakil Ketua I : AmrinAlkamar, Dr.,SpA
Wakil Ketua II : Metrizal, Dr, Sp.A
Sekretaris : Rusdi, Dr.,Sp.A
Wakil Sekretaris: Finny Fitry Yani, Dr, Sp.A
Bendahara : Eva Chundrayetti, Dr.,Sp.A
Anggota
Iskandar Syarif, Dr, Sp.A(K)
Yorva Sayoeti, Dr, Sp.A(K)
Gustina Lubis, Dr, Sp.A(K)
Marhamah, Dr, Sp.A
I. Gusti Made Afridoni Araditha, Dr, Sp.a

===============================================================

Bali

Penasehat
I Nyoman Sugitha, Dr.,Sp.A
Bagus Ngurah Putu Arhana, Dr.,Sp.A(K)
Ketua : I Wayan Bikin Suryawan, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : I Made Kompiang Gautama, Dr.,Sp.A
Sekretaris : I Gusti Lanang Sidiartha, Dr.,Sp.A
Bendahara : I Made Arimbawa, Dr.,Sp.A
Anggota
I Wayan Retayasa, Dr.,Sp.A(K)
Ni Putu Siadi Purniti, Dr.,Sp.A
Eka Gunawijaya, Dr.,Sp.A
I Made Widiaskara, Dr.,Sp.A
I Gusti Ngurah Sanjaya Putra, Dr.,Sp.A.,SH
I Nyoman Sunarka, Dr.,Sp.A
Anak Agung Ngurah Prayoga, Dr.,Sp.A
I Wayan Dharma Artana, Dr.,Sp.A
I Gusti Ngurah Made Suwarba, Dr.,Sp.A
Sutjahjo Suherman, Dr.,Sp.A

===============================================================

Nangroe Aceh Darussalam

Ketua : M. Sidqi Anwar, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Mulya Safri, Dr.,Sp.A, M.Kes
Sekretaris : Isra Firmansyah, Dr.,Sp.A
Bendahara I : HerlinaDimiati, Dr.,Sp.A(K)
Bendahara II : SyafruddinHaris, Dr, Sp.A
Anggota
Sukardi, Dr, Sp.A
Teuku Razif, Dr, Sp.A
Rusdi Andid, Dr, Sp.a
Cut Dharmawati, Dr, Sp.A
Haris Martha Saputra, Dr, Sp.A
Suradi Umar, Dr, Sp.A
Bidang Pendidikan dan Penelitian
Nurjannah, Dr, Sp.A
Dora Darussalam, Dr, Sp.A
Bidang Pengabdian Maysarakat
Sulaiman Yusuf, Dr, Sp.A
Nurbafri N. Yahya, Dr. Sp.A
Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat
Rostini Yusuf, Dr. Sp.A
Paramitha Yushananta, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Anidar, Dr, Sp.A
T.M. Thaib, Dr, Sp.A, M.Kes
Bidang Informasi dan Komunikasi
Heru Noviat Herdata, Dr, Sp.A
Erliana Malik Miraza, Dr, Sp.A

===============================================================

Riau

Ketua : Riswandi, Dr.,Sp.A, MH
Wakil Ketua : Abdul Muthalib Rambe, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Muhammad Nur, Dr.,Sp.A
Bendahara : Harry mangunsong, Dr.,Sp.A
Anggota
Bidang Ilmiah
Ririe Fachrina Malisie, Dr, Sp.A
Deddy Satriya Putra, Dr, Sp.A
Nazardi Oyong, Dr, Sp.A
Bidang Sosial dan Pengabdian Maysarakat
Elmi Ridar, Dr, Sp.A
Rita Camelia, Dr. Sp.A
Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Anggota
Rahayu Suharmadji, Dr, Sp.A
Evi Kamelia, Dr, Sp.A
Bidang Informasi dan Komunikasi
Yuliati, Dr, Sp.A
Edi Muhammad, Dr, Sp.A

===============================================================

Lampung

Ketua : Amran Harun, Dr.,Sp.A(K)
Wakil Ketua : Surachnman, Dr.,Sp.A
Sekretaris : M. Iqbal, Dr.,Sp.A
Bendahara :
Yusnita, Dr.,Sp.A
Soelistyowati Soeprapto, Dr, Sp.A
Anggota
Baruddin Hassim, Dr, Sp.A
Murdoyo Ramanoe, Dr, Sp.A
Farida Thamrin, Dr, Sp.A
Prambudi Rukomono, Dr, Sp.A
M. Masykur Berawi, Dr,Sp.A
Sri Murni Andriani Ritonga, Dr, sp.A, M.Kes

===============================================================

Banten

Ketua : Mahruzzaman Naim, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Arif Nasuiton, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Udjiani Edi Pawitro, Dr.,Sp.A
Bendahara : Henny Herlina, Dr.,Sp.A
Anggota
Maas Musa, Dr.,Sp.A
Khumaedi, Dr.,Sp.A
Djaja Noezoeliastri, Dr.,Sp.A
Irham Zuhdi, Dr.,Sp.A
Shelvi Herwati, Dr.,Sp.A
Niken Pritayati, Dr.,Sp.A
S. Harnel Katin, Dr.,Sp.A
Ari Mulyani, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kalimantan Selatan

Ketua : Dr. Edi Hartoyo, Dr, Sp.A
Wakil Ketua : Syihab Fayumi, Dr, Sp.A
Sekretaris I : Wulandewi Mahaeni, Dr, Sp.A
Sekretaris II : Selli Muljanto, Dr, Sp.A
Bendahara I : Gladys Gunawan, Dr, Sp.A
Bendahara II : Marsintauli H. Siregar, Dr, Sp.A
Bidang Organisasi
Meriah Sembiring, Dr, Sp.A
Bidang Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Profesi
DR. Ruslan Muhyi, Dr, Sp.A(K)
Bidang Pengabdian Masyarakat
Indra Widjaja Himawan, Dr, Sp.A
Bidang Hubungan Maysarakat Dan Publikasi
Iskandar Djaja Halim, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
DR. Harapan Parlindungan RR, DR, Sp.A(K)
Ari Prayitno, Dr, Sp.A

===============================================================

Kalimantan Timur

Ketua : Bambang Suasono, Dr, Sp.A
Wakil Ketua : Indra Tamboen, Dr, Sp.A
Sekretaris I : Landelina Lany Tantiyo, Dr, Sp.A
Sekretaris II : Tjan Kok Ming, Dr, Sp.A
Bendahara I : Sudiyana Hasyim, Dr, Sp.A
Bendahara II : Manthurio, Dr, Sp.A
Bidang Organisasi
Syafak Hanung, Dr, Sp.A
Sutardi Sri Wahono,Dr, Sp.A
Bidang Ilmiah
Josef Budi Setiono, Dr, Sp.A
Daniel Susatyo Wirawan, Dr, Sp.A
Nanan Surya Perdana, Dr, Sp.A, M.Kes
Tonny Hartanto, Dr, Sp.A
Bidang Hubungan & Pengabdian Masyarakat
Wisman Herminto, Dr, Sp.A
Made Tirtha Yasa, Dr, Sp.A
Bidang Kesejahteraan Anggota
Franky Sientoro, Dr, Sp.A
Rudi Mulyono, Dr, Sp.A
Baiq Fatimatuzzahra, Dr, Sp.A


===============================================================

Jambi

Ketua : Pandji Prijadi Budojo, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Irawan Anasta Putra, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Mustarim, Dr.,Sp.A.,MSi
Bendahara : Tri Budiati, Dr.,Sp.A
Anggota
Sutomo Talkah, Dr.,Sp.A
Harnadi Abu Bakar, Dr.,Sp.A
Oscar, Dr.,Sp.A
Y. Joni Uyun, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kepulauan Riau

Ketua : Indrayanti, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Rudi Ruskawan, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Nisya Trinil Asnil, Dr.,Sp.A
Bendahara : Erman, Dr.,Sp.A
Anggota
Leberina Tresia Maria A., Dr.,Sp.A
Retno Murti Laila, Dr.,Sp.A
Iman T. Rachman, Dr.,Sp.A
Wenny Lazdya Taifur, Dr.,Sp.A
Jamar Hasan, Dr.,Sp.A

===============================================================

Kalimantan Barat

Ketua : Charles Hutasoit, Dr.,Sp.A
Wakil Ketua : Ajuar Arif, Dr.,Sp.A
Sekretaris : Dina Frida, Dr.,Sp.A
Bendahara : Dedet Hidayati, Dr.,Sp.A
Anggota
M. Zurghiban, Dr.,Sp.A
Indra Bangun Hutagalung, Dr.,Sp.A
Robroy Nasution, Dr.,Sp.A
James L. Alvin Sinaga, Dr.,Sp.A
Retno Budihartani, Dr.,Sp.A
Agung Triono, Dr.,Sp.A
Harry Iskandar, Dr.,Sp.A

===============================================================

02 March 2011

Apa kabar dunia

KOMPAS
Kedubes Amerika Gelar "Kick Off" Java Jazz 2011

JAKARTA, KOMPAS.com -- Mengawali rangkaian Festival Java Jazz 2011, Kedutaan Besar Amerika menggelar konser musik Jazz untuk kalangan terbatas di kediaman Duta Besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel, di Taman Suropati Jakarta, Selasa (2/3) malam.
Acara yang diadakan di halaman rumah ini merupakan kick-off atau pesta pembuka Festival Internasional Java Jazz 2011, yang akan diadakan di JIExpo Kemayoran Jakarta pada 4, 5, 6 Maret 2011 nanti.
Pesta pembuka yang dipandu oleh Farhan
YAHOO NEWS IND

Akibat Slip Gaji Tertukar, Karyawan Pabrik Terima Gaji Rp 28 Miliar

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON – Ini benar-benar gaji ‘gila’ bagi seorang karyawan pabrik. Ketika membuka slip gajinya, seorang karyawan pabrik sangat terkejut mendapati nilai uang gajinya sebesar 2 juta poundsterling (Rp 28 miliar).  Besarnya 1.000 kali lipat dari gaji normalnya.
Bankir mungkin tidak akan berkedip mata ketika melihat uang dalam jumlah besar tersebut. Tapi bagi karyawan pabrik tersebut, dia butuh bekerja selama 83 tahun untuk mendapatkan uang sebesar itu.
Tapi, karyawan pabrik itu tidak silau untuk memilih naik pesawat pertama ke Karabia ketika mendapati rekeningnya masuk transfer sebesar Rp 28 miliar. Karyawan yang gaji bulanannya sebesar 2.000 poundsterling (Rp 25,8 juta) itu langsung memberitahukan bosnya dan mengembalikan uang tersebut.
Pemimpin Uni Pekerja, Andy Murray, mengatakan: "Sudah ada pembicaraan di pabrik. Dia sangat terkejut saat mendapati gajinya sebesar itu. Aku pun pasti akan demikian.’’
Howmet Alcoa, perusahan pembuat turbin pesawat, membayar  1,4 juta poundsterling (Rp 19,2 miliar) langsung ke rekening bank karyawan misteri itu. Sementara sisanya 600 ribu poundsterling (Rp 8,5 miliar) untuk pembayaran pajak penghasilan.
 VIVAnews
Hari Ini Pendanaan Rumah Murah Dibahas
VIVAnews - Kementerian Perumahan Rakyat optimistis program rumah murah dengan kisaran harga Rp20-26 juta bakal berhasil. Sebab, pemerintah cukup serius membahas program pengadaan rumah yang layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Hari ini, Pak Menteri (Menteri Perumahan Rakyat) dan Pak Hatta (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) akan membahasnya," ujar Paul Marpaung, Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan saat dihubungiVIVAnews.com di Jakarta, Rabu, 2 Maret 2011.



Tragedi 3 Maret 1924
Pada perang Dunia I (1914 M), Inggris berhasil menduduki Istambul. Seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika, Mustafa Kemal Pasha, ditugaskan untuk menjalankan agenda Inggris di Turki sebagaimana tercantum dalam “Pernyataan Curzon”, di antaranya yaitu: menghapuskan Khilafah Islamiyah; mengusir khalifahnya; menyita semua harta kekayaannya; serta menerapkan hukum sipil sebagai pengganti hukum Daulah Utsmaniyyah yang bersumberkan Islam.
Dengan berbagai taktik dan strategi, Mustafa Kemal berhasil membentuk parlemen baru yaitu Majlis Raya Nasional yang berpusat di Ankara pada tanggal 19 March 1920. Akibatnya, Sultan Muhammad VI Wahiduddin yang saat itu menjabat sebagai khalifah, merasa terancam dan mengasingkan diri ke Malta. Kemudian posisinya digantikan oleh Abdul Majid II bin Abdul Aziz.
Majelis Raya Nasional menggelar sidang pada tanggal 1 Maret 1924 selama tiga hari untuk mensikapi adanya dualisme pemerintahan di Ankara dan Istambul. Terjadi perdebatan alot dan sengit karena Mustafa Kemal sebagai pimpinan majelis terang-terangan hendak menghapus kekhilafahan.
Akhirnya tepat pada pagi hari tanggal 3 Maret 1924, Majelis Nasional mengumumkan telah menyetujui penghapusan khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara. Malamnya, Khalifah Abdul Majid II diusir dari rumah kediamannya atas perintah Mustafa Kemal. Khalifah dipaksa masuk mobil dan dibawa melintasi perbatasan negara menuju swiss. Kemudian diturunkan dengan dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan sejumlah uang.
Sobat, demikianlah drama penghapusan kekhilafahan sekaligus pengusiran khalifah terakhir. Tragis bin menyedihkan. Tugas kitalah agar Khilafah Islam tegak kembali. Allahu Akbar!
diambil dari: [   hafidzdiolah dari berbagai sumber   ]

Kemal Attaturk
Abdul Majid II

07 January 2011

KOMODO

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]
Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

Di Indonesia Taman Nasional Komodo meliputi tiga pulau besar Komodo, Rinca dan Padar, serta yang lebih kecil banyak, dengan total luas 1.817 kilometer persegi (603 kilometer persegi itu tanah). Taman nasional ini didirikan pada tahun 1980 untuk melindungi komodo. Kemudian, itu juga didedikasikan untuk melindungi spesies lain, termasuk hewan laut. Pulau-pulau taman nasional asal vulkanik.

Anatomi dan morfologi

Di alam bebas, komodo dewasa biasanya memiliki massa sekitar 70 kilogram, namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram, termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya.[8] Meski komodo tercatat sebagai kadal terbesar yang masih hidup, namun bukan yang terpanjang. Reputasi ini dipegang oleh biawak Papua (Varanus salvadorii). Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya, dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang kerap diganti. Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka. Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang. Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina lebih berwarna hijau buah zaitun, dan memiliki potongan kecil kuning pada tenggorokannya. Komodo muda lebih berwarna, dengan warna kuning, hijau dan putih pada latar belakang hitam.

04 December 2010

Siapa Penemu Lambang Kebangsaan Burung Garuda

Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno,

ANDAI AKU SEORANG ISRAEl

by Cak Arif IjekUrip on Friday, 04 June 2010 at 23:02
 
aku pasti menjadi umat yang dilebihkan........
minoritas tak tertindas
memegang kendali dunia lewat negara super power.....
menaklukkan raja di seluruh dunia
tak ada yang mampu membendung kekutan kami........
kami penguasa segala-galanya.......
tak ada yang mampu membendung kami.....
sejak era davin ben-gurion,moshe sharett,ariel sharon....hingga Benjamin netanyahu

tapi slalu ada bayang bayang.......
pikiran kusut tentang membentur simpul simpul sejarah zionis........
tentang sebuah cita-cita membangun Haikal salomon........
tanah harapan

tentang fatamorgana kosong......
menjadi wakil tuhan di dunia
tentang tatanan dunia baru.........
tunduk semua bangsa dibawah bendera bintang Daud

ya semoa hanya mimpi sampai perang terahir jadi.......
samapi batu ikut bicara.......
samapi umat ini binasa..........
kami kalah.........

tentang hawa nafsuku ingin mengalahkan tuhan.......
padahal aku tahu tak mungkin bisa mengalahkannya...

10 November 2010

Nostalgia Singkat Presiden Obama

Sams Sams (prof_elcisam@yahoo.co.id) telah mengirim artikel Yahoo! Indonesia Berita ke Anda
------------------------------------------------------------
Pesan pribadi:

Nostalgia Singkat Presiden Obama
http://id.news.yahoo.com/yn/20101110/twl-nostalgia-singkat-presiden-obama-311bf9a.html

============================================================
Yahoo! Indonesia News - http://id.news.yahoo.com/

23 September 2010

PERUM.WAHANA HARAPAN DESA SETIA ASIH

Menjaga Kebersamaan dan Kekompakan di Lingkungan RT/RW
Sekretariat RT001/022 | September 12, 2010 pada 9:46 pm | Tag: Forum RT/RW 001/022 Perum. Wahana Harapan Bekasi | Categories: Uncategorized | URL: http://wp.me/pRgfW-2p

FORUM RT/RW 022 PERUM.WAHANA HARAPAN DESA SETIA ASIH
KECAMATAN TARUMA JAYA
BEKASI UTARA 17215


Mejaga Kebersamaan dan Kekompakan di Lingkungan RT / RW

Keberhasilan Negara menciptakan suatu harmoni kehidupan sosial yang baik di tengah masyarakat tidak dapat dilepaskan dari partisipasi setiap warga di lingkungan tempat dimana ia tinggal. Namun keberhasilan setiap warga untuk menghadirkan indahnya kebersamaan di lingkungan mereka juga tidak mudah dilakukan bila jajaran pengurus di struktur RT/RW tidak berfungsi sebagai moderator facilitator dan pelayanan yang baik bagi masyarakatnya.
Para pengurus di lingkungan RT/RW diangkat dan dipilih secara langsung oleh warganya. Ini berbeda dengan pejabat yang berada di struktur Kelurahan dan Kecamatan yang berstatus sebagai pegawai Negeri dan digaji oleh pemerintah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jabatan di struktur RT/RW yang paling dominan sesungguhnya adalah pelayanan sosial kemasyarakatan. Namun peran mereka sebagai pengurus pada level tersebut yang bersinggungan langsung dengan masyarakat menjadi sangat urgen membantu suksesnya kinerja pemerintah di Kelurahan dan Kecamatan, walau mereka tidak mendapatkan gaji memadai sebagai wakil pemerintah.
Fungsi pengurus di struktur RT/RW yang tampak sederhana dan terkesan kerja sosial. Namun bila peran tersebut dilakukan secara optimal disertai proses pendampingan dan arahan dari Kelurahan atau Kecamatan, maka kerja sederhana itu akan menciptakan keseimbangan sosial yang dahsyat. Karena disinilah sesungguhnya ujung tombak sukses membangun harmoni sosial yang mantap sekaligus sebagai ruang implementasi nilai-nilai budaya Timur yang saat ini mulai ditinggalkan; gotong royong, tolong-menolong, tenggang rasa, toleransi, hormat menghomati dan lain sebagainya. Pada prinsipnya adalah membangun kebersamaan yang indah untuk dinikmati oleh setiap warga.
Sebagai seorang warga yang tinggal di salah satu lingkungan RT/RW wilayah Perum. Wahana Harapan Bekasi Utara, saya ingin memberikan apresiasi yang tinggi kepada pejabat RT/RW yang hingga saat ini tidak hanya sekedar menjalankan fungsi dan perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tapi juga sebagai mederator dan fasilitator (penggerak) berbagai kegiatan yang tumbuh subur di tengah masyarakat. Sejumlah bukti perlu saya kemukakan untuk memperkuat alasan tersebut:
a. Terselenggaranya roda kepemerintahan tingkat RT/RW.
b. Terjalinnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara pengurus tingkat RT dan RW.
c. Nampaknya indikasi dan perubahan untuk memajukan lingkungan baik tingkat RT maupun tingkat RW.
d. Suport yang diikuti oleh peran serta masyarakat yang kian meningkat dalam rangka melaksanakan program-program yang telah di canangkan oleh pengurus RT dan RW dilingkungan Perum. Wahana Harapan.
e. Banyaknya kegiatan-kegiatan yang positif serta domokratif yang mengedepankan jiwa sosoalisme dari pengurus RT/RW sampai dengan level warga, itu membuktikan bahwa dari sejak mulai di bentuknya kepengurusan tingkat RT/RW kurang lebih pada tahun 1996 di lingkungan Perum. Wahana Harapan Ds. Setia Asih Kec. Taruma Jaya Bekasi Utara.
Itulah sekilas apresiasi saya kepada pengurus RT/RW Perum.Wahana Harapan pada umumnya dan saya juga memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Bp. Budi Pornomo SE mantan ketua RW022 (ketua Rw yang I) di lingkungan RW 022 Perum. Wahana Harapan.

Disusun oleh: CAMMAT[triscam.blogspot.com]
Email: sutrisno4444@ymail.com
Kirim saran dan masukan kepada kami di:
http://www.triscam.blogspot.com / www.gang-bocor.hostei.com
Diambil dari berbagai sumber.

NLOP tech
sams' life

04 September 2010

NU : indonesia vs malaysia

NU: Indonesia Jangan
Minder Hadapi Malaysia
» Ketua PB NU KH Said Aqil Siraj
Renne R.A Kawilarang, Yuniawan
Wahyu Nugroho | Minggu, 5
September 2010, 02:02 WIB
VIVAnews - Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
(PBNU), KH. Said Aqil Siradj,
mendesak Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) agar
mendesak Malaysia meminta maaf
kepada Indonesia, atas pelecehan
terhadap kedaulatan bangsa dengan
melakukan pelanmggaran
perbatasan dan penangkapan
kepada tiga petugas DKP
(Departemen Kelautan dan
Perikanan) itu. Karena itu SBY
sebagai kepala negara harus tegas
dan berani menghadapi Malaysia.
"Yang diinginkan PBNU dalam
masalah Malaysia-Indonesia adalah
agar SBY bersikap tegas dan berani
kepada Malsyaia karena kita ada di
pihak yang benar. SBY harus
menyatakan bahwa kamu
(Malaysia) terbukti salah dan untuk
itu harus meminta maaf kepada
rakyat Indonesia, "tandas Ketua
Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj.
Dia mengatakan hal itu kepada para
wartawan saat berbuka puasa
bersama dengan para ulama, duta
besar negara sahabat dan pengurus
PBNU di Gedung PBNU Jl. Kramat
Raya 164 Jakarta, Sabtu 4
September 2010.
Hadir dalam acara buka puasa
bersama tersebut antara lain Wakil
Ketua Umum PBNU KH. As 'ad Ali
Said, Sekjen PBNU H. Iqbal Sullam.
Enceng Sobirin, Mun 'im DZ,
Menakertrans A. Muhaimin
Iskandar, Menteri PDT A. Hilmy
Faishal Zain dll.
Yang pasti lanjut Said Aqil, NU
berharap bangsa Indonesia tidak
takut atau minder menghadapi
Malaysia, karena Indoensia dalam
pihak yang benar. "Apalagi masalah
ini menyangkut harga diri dan
kedaulatan bangsa Indonesia,
sehingga sebagai kepala negara SBY
harus tegas menghadapi setiap
negara yang coba-coba
melecehkan kedaulatan
negara,"tambah Said Aqil Siradj
berharap.

28 August 2010

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Cikal bakal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dibentuk pada tanggal 14 Juni 1954, bertepatan dengan ulang tahun Dr. Sudjono D. Pusponegoro dan Prof. Sutedjo. Sebagai ketua IDAI pertama (1954-1968) adalah Prof.Dr. Sudjono D. Pusponegoro dengan anggota pengurus Prof. M.D. Hidayat, Dr. Sutedjo, Dr. Te Bek Siang, Dr. Ismangoen, Dr. Kwari Satjadibrata, Dr. Kho Ling Keng, dan Dr. Jo Kian Tjaij.
Selanjutnya ketua IDAI adalah

07 August 2010

Menelusuri Asal Muasal Bahasa Jimirosa


Bermula Sebagai Sandi Harga untuk Para Pedagang Sepeda

Tak banyak yang tahu jika di Kecamatan Mojosari, Kabupaten terlahir sebuah bahasa yang saat ini akrab dipakai sejumlah kelompok masyarakat. Seputar Indonesia mencoba menelisik asal muasal bahasa. Berikut laporannya.

Main Judi, 4 Oknum TNI Ditangkap

MOJOKERTO – Empat dari 12 orang penjudi remi yang berhasil diamankan petugas, Selasa (9/9) diduga oknum TNI AD. Dari lokasi kejadian, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 set kartu remi, dan uang sebesar Rp 1.675.000,-. Sayangnya, empat tersangka oknum TNI AD yang kini tengah menjalani pemeriksaan di Denpom V/2 Brawijaya, Mojokerto itu hingga saat ini

23 January 2010

FDA Melarang Rokok Yang Mengandung Rasa

Larangan ini meliputi rokok yang mengandung cengkeh, permen, dan rasa buah.
Terhitung 22 September 2009, jual-beli rokok yang mengandung rasa dilarang di Amerika.
Sekalipun larangan ini meliputi seluruh rasa yang mungkin ditemukan, termasuk rasa permen, rempah, kola, buah, dan kopi; namun larangan ini tidak mencakup rasa mentol, yang merupakan rasa rokok yang paling populer.
Larangan ini merupakan tindakan anti-tembakau pertama dari FDA sejak Presiden Barack Obama menandatangani Undang-Undang Family Smoking Prevention and Tobacco Control (Pencegahan Merokok Keluarga dan Kontrol Tembakau) di bulan Juni. Undang-undang ini memberikan FDA wewenang untuk mengatur produk tembakau, walaupun tidak membiarkan FDA melarang seluruh produk rokok.
Mengapa rokok yang mengandung rasa menjadi perhatian FDA? Karena Kongres di Amerika telah menyatakan bahwa ditambahkannya rasa pada rokok membuatnya menjadi lebih menarik bagi kaum muda dan meningkatkan paparan mereka pada senyawa beracun. Sebagai hasilnya, FDA sekarang mengeluarkan aturan bahwa rasa yang dirancang untuk menarik kaum muda “dianggap beracun / terkontaminasi”.
“Rokok yang diberi rasa menarik anak-anak menuju adiksi,” ungkap Howard Koh, MD, MPH, Health and Human Services Assistant Secretary, pada konferensi pers tempat diumumkannya larangan tersebut.
Pada konferensi tersebut, perhatian utama tertuju pada Lawrence R. Deyton, MD, yang belum lama diangkat sebagai Direktur dari Pusat Produk Tembakau baru milik FDA.
“Setiap harinya di Amerika 3.600 remaja berusia di antara 12 dan 17 mencoba merokok, dan 1.100 remaja akhirnya menjadi perokok harian,” kata Deyton pada konferensi tersebut. “Adanya tambahan rasa membuat rokok dan produk tembakau lainnya menjadi lebih menarik bagi kaum muda. Penelitian menunjukkan bahwa perokok berusia 17 tahun memiliki kemungkinan tiga kali lipat lebih besar untuk menggunakan produk ini dibandingkan mereka yang berusia di atas 25 tahun.”
Deyton juga mengutip memo industri tembakau yang menyatakan dengan jelas bahwa perusahaan tembakau secara sengaja menciptakan produk tersebut untuk menarik kaum muda untuk merokok.
“Sejak hari ini, perusahaan yang memproduksi rokok yang mengandung rasa tidak boleh memproduksinya lagi, para distributor tidak boleh mendistribusikannya, para importir tidak boleh mengimpornya, dan para pengecer tidak boleh lagi menjual produk-produk ini,” kata Deyton. Dia berjanji bahwa FDA akan secara aktif menggalakkan larangan tersebut, dan mendorong masyarakat untuk turut membantu dengan cara melaporkan semua penjualan rokok yang mengandung rasa kepada yang berwenang.
Larangan Terhadap Rokok yang Mengandung Rasa: Awal Dari Sebuah Perkelahian?
Menghadapi dikeluarkannya larangan tersebut, industri rokok melakukan usaha untuk menghindar dengan cara menjual produk yang dimaksud sebagai cerutu. Namun usaha ini dipersulit dengan adanya hukum baru, yang mendefinisikan rokok sebagai semua produk tembakau yang digulung – apapun pembungkusnya – “yang kemungkinan besar akan ditawarkan kepada konsumen untuk dibeli sebagai rokok.” Maka sekalipun industri tersebut menggolongkannya sebagai cerutu, larangan ini tetap berlaku.
Pada konferensi tersebut hadir pula Catherine Lorraine, pimpinan pengacara pusat tembakau baru FDA. Hadirnya Catherine Lorraine menjadi pertanda kemungkinan akan terjadi pertarungan di sidang antara pemilik industri rokok dengan FDA. Ketika ditekan mengenai produk tembakau mana yang akan dan tidak akan termasuk dalam larangan tersebut, Deyton mengalihkan pertanyaan tersebut pada Lorraine.
“Kami akan memberikan perhatian terhadap bagian hukum yang mendefinisikan rokok, yang secara spesifik mengacu kepada penampilan dari produk tersebut dan bagaimana produk tersebut dipahami dan ditawarkan untuk dijual,” ujarnya. “Kami akan melihat masing-masing produk secara individual,” jelas Lorraine.
Tindakan FDA Untuk Melanjuti Dilarangnya Rokok yang Mengandung Rasa
Larangan terhadap rokok yang mengandung rasa adalah tindakan pertama dari beberapa gerakan anti tembakau yang dijanjikan oleh FDA. Melanjuti aksi pertamanya ini, FDA telah menyiapkan agenda gerakan anti-tembakau yang akan segera menyusul sebagai berikut:

* Per Januari 2010, FDA akan mengharuskan pabrik rokok untuk memberikan informasi tentang seluruh bahan dan zat tambahan dalam produk tembakau.
* Per April 2010, FDA akan meluncurkan kembali peraturan tahun 1996 yang ditujukan untuk menurunkan penggunaan tembakau di antara remaja. Hal ini meliputi larangan pemasangan logo perusahaan tembakau pada acara olahraga atau hiburan.
* Per Juli 2010, FDA akan melarang penggunaan istilah “light”, “low”, dan “mild” pada produk tembakau.
* Per Oktober 2012, FDA mengatakan bahwa label peringatan pada rokok “akan diperbaiki dan semakin digalakkan”.

Apakah larangan FDA ini akan segera diadopsi Departemen Kesehatan RI?
Referensi:

1. Daniel DeNoon. FDA Bans Flavores Cigarettes. Reviewed by Louise Chang, MD. http://www.webmd.com/smoking-cessation/news/20090922/fda-bans-flavored-cigarettes.

CPX/TAB/ARTICLE/POA2/03/11/09