Showing posts with label religi. Show all posts
Showing posts with label religi. Show all posts

02 March 2011

APAKAH SUAMI KITA TERGOLONG SEPERTI CERITA DIBAWAH INI

HANYA KITA PARA ISTRI YANG TAU JAWABANNYA...

oleh MamaNya Kayla Ikhuw Imah pada 25 Februari 2011 jam 14:12











Ketika engkau mencintaiku, engkau menghormatiku. Da


n ketika engkau membenciku, engkau tidak mendzalimiku.

(Dr.Ramdhan Hafidz)
            Aku masih ingat saat malam pertama kita, saat itu engkau mengajakku shalat Isya’ berjamaah. Setelah berdoa engkau kecup keningku lalu berkata: “Dinda, aku ingin engkau menjadi pendampingku Dunia-Akhirat”. Mendengar ucapan itu, akupun menangis terharu. Malam itu engkau menjadi sosok seperti sayyidina Ali yang bersujud semalam suntuk karena bersyukur mendapatkan sosok istri seperti Siti Fatimah. Apakah begitu berharganya aku bagimu sehingga engkau mensyukuri kebersamaan kita? Malam itu, aku tidak bisa mengungkapkan rasa syukurku ini dengan ucapan. Aku hanya bisa mengikutimu, bersujud di atas hamparan sajadah. Tanpa bisa aku bendung, air mata ini tiada hentinya mengalir karena mensyukuri anugerah Allah yang diberikan padaku dalam bentuk dirimu. Akupun berikrar, aku ingin menjadi sosok seperti Siti Fatimah, dan aku akan berusaha menjadi istri sebagaimana yang engkau impikan.
 Dan ternyata sujud itu bukan hanya di saat malam pertama, setiap kali aku terbangun pada akhir sepertiga malam, ku lihat engkau sedang bersujud dengan penuh kekhusu’an. Aku kadang iri dengan keshalihanmu, engkau terlena dalam sujudmu sedang aku berbaring di atas kasur yang empuk dengan sejuta mimpi. Kenapa engkau tidak membangunkan aku? Padahal aku ingin bermakmum padamu agar kelak aku tetap menjadi istrimu di surga. Aku hanya merasakan kecupan hangat melengkapi tidur malamku saat engkau terbangun untuk melakukan shalat malam. Apakah kecupan itu sebagai isyarat agar aku terbangun dari tidurku dan melaksanakan shalat berjamaah bersamamu? Atau karena engkau tidak tega membangunkan aku saat engkau melihat begitu pulasnya aku dalam tidurku? Aku yakin, dengan ketaatanmu pada agama, engkau akan membahagiakanku dunia-akhirat. Tidakkah agama kita mengajarkan bagaimana suami harus menyayangi istri, membuatnya bahagia, melindungi dan membuatnya tersenyum. Dan sebaliknya, istri harus berbakti, melayani dan membuat suaminya terpesona padanya.
 Aku tidak peduli siapakah engkau, miskin dan kaya tidak ada bedanya bagiku. Aku hanya tertarik pada sosokmu yang bersahaja dan sederhana. Raut wajahmu yang penuh dengan keikhlasan membuatku ingin selalu menatapnya. Lembutnya sifatmu membuatku yakin bahwa engkau adalah suami yang bisa menerima segala pemberian Tuhan dan akan menyayangiku apa adanya. Aku tidak peduli dengan rumah mungil dan sederhana yang engkau persembahkan untuk kita tempati bersama. Rumah yang hanya terdiri dari ruang tamu, kamar kita, dan satu ruangan yang berisi buku-buku terutama buku agama. Namun dari rumah yang mungil ini, aku melihat taman surgawi menjelma di sini. Aku yakin engkau adalah sosok suami yang tekun belajar dan memahami agama, dan dengan bekal ini aku yakin engkau bisa membimbingku untuk meraih surga ilahi. Sebagaimana agama kita telah mengisyaratkan bahwa, barang siapa berjalan dijalan ilmu, maka Allah akan mempermudah jalan menuju ke surga.
 Saat kulihat engkau begitu berbakti kepada kedua orang tuamu dan senang menjalin silaturahim, aku yakin engkau akan berlaku baik pada anak-istrimu. Aku lihat engkau jarang sekali berbicara, tapi masya Allah kalau sedang bekerja, engkau menjadi sosok yang tekun dan ulet. Dan dari cara tutur katamu, aku mendengar kata-kata mutiara yang penuh hikmah, sehingga yang tergambar dalam pikiranku adalah sosok Lukmanul Hakim, sosok suami dan ayah yang selalu mendidik keluarganya, mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah.
Sungguh aku bangga mempunyai suami sepertimu melebihi kebanggaanmu padaku. Aku lebih membutuhkanmu jauh melebihi kebutuhanmu padaku. Terima kasih suamiku, karena engkau telah membimbingku…

07 August 2010

AL FATIHAH


1:1
Sahih International
In the name of Allah , the Entirely Merciful, the Especially Merciful.
Tafsir al-Jalalayn
In the Name of God, the Compassionate, the Merciful:

29 July 2010

RAMADHAN



   "ya ayyuhal ladzina amanuu kutuba alakumus shiamu kama kutiba alalladzina amanu minkoblikum la allakum tattakun"

hai orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sperti diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang orang yang taqwa.

Bulan penuh berkah

05 July 2010

TAWAKAL


wastainu bis sobri was sholat.innaha lakabirotan illaa alal khasi"in

.......jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu,sesungguhnya kedua hal itu sangat sulit melainkan dngn khusuk,

08 August 2009

Mari membuka bisnis MASJID

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakathu……..


YA ALLAH Berilah kami petunjuk ke dalam kebenaran yang sebenar-benarnya di PANDANGAN yaa ILAHI…


Apakah memang diperbolehkan untuk umat muslim, Meramaikan masjid dengan cara Mem-perbisniskan masjid.


Jakarta, 2009,


Aku heran , kenapa masjid yang terbangun megah di tengah kota itu begitu banyak mobil, sepuluh-an, atau 20′an….. Tak pasti menahu seberapa luas parkir yang dibutuhkan.


Yaa ALLAH mungkinkah umat islam telah mencapai kejayaannya?

Hari itu saat sholat ashar…. Tentunya sangat jarang saat ashar seramai saat sholat jum’at. Aku masuk mengambil wudhlu, membasuh seluruh kepenatan di jasmani.


Masuk lah aku ke dalam masjid yang megah, terlihatlah olehku SHAF sholat…. fuh….. SHAF sholat sampai depan, (kosong maksudnya),


Pikirku, Kemana cucu adam yang telah memparkirkan plat2 baja yang ada di luar masjid????


Ternyata……..


MAsjid saat itu ramai karena digunakan untuk acara pesta orang muslim, kaya, berpangkat, penting, dan Yang mungkin 2 tahun lagi membuat rumah 2 kali 1 meter..( KUBURAN_)


Apakah dibenarkan masjid dijadikan tempat bisnis?????????????


MENURUT ANDA?